Ceng Beng : Cara Masyarakat Tionghoa Mengenalkan Silsilah Keluarga
Siang itu panas matahari sedang semangatnya membakar bumi. Tidak peduli mahluk di atas bumi kepanasan , tidak peduli keringat mengucur deras di tiap pori yang membesar, tidak juga peduli rasa haus yang mengeringkan tenggorok. Seolah-olah matahari hanya duduk diam acuh tak acuh tanpa menegur sapa. Sepertinya matahari enggan beranjak dari posisinya. Orang-orang disekitar Perkuburan Sentosa juga tidak peduli, semua asyik dengan aktivitasnya masing-masing. Begitulah yang dirasakan Keluarga Agus. Yang terpenting adalah kuburan nenek dan kakeknya bersih. Sudah dua hari mereka berpanas-panasan di sekitaran kuburan. Membersihkan rumput-rumput yang tumbuh, debu-debu yang melekat di dinding makam, mengganti warna kuburan dengan warna…
