Ceng Beng 2016

Ceng Beng : Cara Masyarakat Tionghoa Mengenalkan Silsilah Keluarga

Ceng Beng : Cara Masyarakat Tionghoa Mengenalkan Silsilah Keluarga

  Siang itu panas matahari sedang semangatnya membakar bumi. Tidak peduli mahluk di atas bumi kepanasan , tidak peduli keringat mengucur deras di tiap pori yang membesar, tidak juga peduli rasa haus yang mengeringkan tenggorok. Seolah-olah matahari hanya duduk diam acuh tak acuh tanpa menegur sapa. Sepertinya matahari enggan beranjak dari posisinya. Orang-orang disekitar Perkuburan  Sentosa juga tidak peduli, semua asyik dengan aktivitasnya masing-masing. Begitulah yang dirasakan Keluarga Agus. Yang terpenting adalah kuburan nenek dan kakeknya bersih. Sudah dua hari mereka berpanas-panasan di sekitaran kuburan. Membersihkan rumput-rumput yang tumbuh, debu-debu yang melekat di dinding makam, mengganti warna kuburan dengan warna…
Read More
Bentuk Kasih Sayang Tercurah di Hari Ceng Beng

Bentuk Kasih Sayang Tercurah di Hari Ceng Beng

“Bu, boleh saya foto ya…?” tanyaku pada ibu yang sedang menata barang-barang untuk sembayah kubur di sebuah makam. Dengan mesem-mesem si ibu menjawab “ tidak usah, tidak usah…”. Lalu dari belakang muncul Ko Ahon, pengelola  Yayasan  Rumah Duka Bhakti Sosial yang kemarin saya datangi di kawasan Perkuburan Sentosa, Pangkalpinang. “ Ini tamunya Pak Walikota, yang datang khusus untuk meliput kegiatan Ceng Beng.”kata Pak Ahon ke ibu di pemakaman tadi. Dengan senyum yang hangat si Ibu dan keluarganya mengangguk, tanda memberiku izin untuk di foto. Tidak banyak orang yang suka kegiatan prosesinya di lihat orang, mungkin takut terganggu. Keluarga yang saya…
Read More