bangka belitung

Ceng Beng : Cara Masyarakat Tionghoa Mengenalkan Silsilah Keluarga

Ceng Beng : Cara Masyarakat Tionghoa Mengenalkan Silsilah Keluarga

  Siang itu panas matahari sedang semangatnya membakar bumi. Tidak peduli mahluk di atas bumi kepanasan , tidak peduli keringat mengucur deras di tiap pori yang membesar, tidak juga peduli rasa haus yang mengeringkan tenggorok. Seolah-olah matahari hanya duduk diam acuh tak acuh tanpa menegur sapa. Sepertinya matahari enggan beranjak dari posisinya. Orang-orang disekitar Perkuburan  Sentosa juga tidak peduli, semua asyik dengan aktivitasnya masing-masing. Begitulah yang dirasakan Keluarga Agus. Yang terpenting adalah kuburan nenek dan kakeknya bersih. Sudah dua hari mereka berpanas-panasan di sekitaran kuburan. Membersihkan rumput-rumput yang tumbuh, debu-debu yang melekat di dinding makam, mengganti warna kuburan dengan warna…
Read More
Berawal Dari Pangkalpinang Menuju Rumah Pengasingan Bung Karno

Berawal Dari Pangkalpinang Menuju Rumah Pengasingan Bung Karno

  Sejak awal perencanaan kegiatan Kelas Blogger ke-6 di Pangkalpinang, Bapak M. Irwansyah sebagai Walikota Pangkalpinang, menyarankan untuk pergi ke Bukit Manumbing. Tempat dimana Bung Karno, Presiden pertama Indonesia diasingkan oleh Kolonial Belanda pada Agresi Militer ke-2. Menurut Beliau, walikota yang biasa di sapa dengan nama Wawan “Tempat tersebut memiliki sejarah yang kuat terhadap Kota Pangkalpinang. Pada tanggal 6 Juli 1949, Bung Karno pernah berkata “KOTA PANGKALPINANG, KOTA KEMENANGAN”, dalam pidatonya pada saat itu”. Entah apa maksudnya mungkin Bung Karno sangat melihat antusias masyarakatnya dalam mendukung perjuangannya selama di Pangkalpinang. Bukit Manumbing, yang terletak di wilayah Muntok, Kabupaten Bangka Barat,…
Read More