Awal mengenal Asinan Kelubi ketika aku pergi ke Muntok bersama teman-teman baru dari Pelembang dan Pangkalpinang. Kami berhenti di sebuah toko untuk membeli perbekalan jelajah daerah Muntok, Bangka Barat. Mira Pelangi, kawan baruku melihat toko tersebut menjual Asinan Kelubi langsung minta plastik untuk menyedok Asinan Kelubi.
Harga yang ditawarkan tidak mahal, cuma Rp.500,-/perbuah. Mira mengambil 10 buah Asinan Kelubi dan membayar seharga Rp. 5.000,-. Aku ditawarkan untuk mencoba Asinan Kelubi asli buatan sendiri. Rata-rata orang di Bangka pintar membuat Asinan Kelubi.
Aku melihat cara Mira memakan Asinan Kelubi sepertinya enak sekali. Aku jadi tertarik untuk mencoba. Asinan Kelubi ini bisa di makan langsung dan bisa juga dimakan dengan garam cabe seperti kita makan rujak. Sebenarnya dimakan langsung sudah enak sekali, karena rasa manis, asin dan kecut dari Asinan Kelubi ini sudah mengeluarkan rasa yang segar. Jika di cocol dengan garam cabe, akan terasa lengkap cita rasanya dimulut.
Sepanjang jalan aku menikmati Asinan Kelubi . berkali-kali aku mengulumnya. Bahkan setelah Mira kembali kePalembang, aku masih menyimpan Asinan Kelubi yang masih tersisa. Rencananya mau aku bawa sampai ke Jakarta meskipun cuma tinggal 2 buah. Asinan Kelubi bikin kangen, makanya walaupun cuma tersisa 2 buah tetap aku bawa ke Jakarta.
Pernah terfikir olehku jika kembali Pangkalpinang akan membeli Asinan Kelubi. Tapi dimana belinya? Aku lupa toko yang pernah aku datangi itu, bahkan tidak berfikir untuk mencarinya di tempat lain. Aku pikir hanya penjual toko itu saja yang jual.
Buah seperti apa sih Kelubi itu?
Penasaran dong sama buah kelubi yang dijadikan asinan itu. Yuk kita cari informasi tentang buah kelubi. Buah Kelubi ada yang menyebut dengan Salak Palsu Bangka, karena bentuknya mirip dengan salak. Tapi buah kelubi lebih kecil dari buah salak, berdiameter 3-5 cm. Kulitnya bersisik berwarna kuning gading saat masih muda dan berubah cokelat saat matang. Tekstur kulit kuras da lebih tebal daripada kulit salak, kalau gunakan pisau untuk mengupas.
Buah Kelubi tumbuh subur di dalam hutan tapi belum dibudidayakan secara serius oleh masyarakat Bangka. Rasa buah Kelubi sebenarnya sangat asam dan sepat. Tapi kalau sudah menjadi asinan rasanya manis, asin dan segar.
Cara membuat Asinan Kelubi
Pertama, buah kelubi dikupas dan dibersihkan dulu agar bakteri dan kotoran hilang. Proses pembuatannya hanya sebentar, cukup 5 menit. Proses pembersihannya yang menghabiskan waktu lama khususnya pada bagian kulit harus bersih.
Setelah dibersihkan buah Kelubi dicampur dengan gula pasir dan garam agar rasanya lebih tajam, selanjutnya direbus sekitar 5-10 menit saja. Untuk menghilangkan rasa asam , buah Kelubi harus direbus namun tapi tidak boleh terlalu. Jika terlalu lama, buah akan terasa hambar saat dimakan.
Ketika saya berkesempatan datang kembali ke Pangkalpinang, aku menemukan Asinan Kelubi di toko penjual oleh-oleh. Ah, rasanya senang sekali. Akhirnya lidahku yang pernah merasakan segarnya Asinan Kelubi bisa kembali menikmati rasa yang ada dalam kenanganku pada saat itu. Dan aku akan selalu mengingat rasa yang pernah ada di Pangkalpinang bersamamu…yup, bersamamu.
Hastira
April 6, 2016penasaran jadinya , belum pernah sih. lihat buah kulbinya juga belum pernah
Petualang Cantik
April 6, 2016iya mba…ntar kalo ketemu cobain aja 🙂
Sash
April 6, 2016Waktu ke Bangka saya juga penasaran dengan asinan kelubi dan beli 1 botol buat dibawa pulang. Tapi pas nyobain rasanya nggak cocok dengan lidah saya hehe. Untung di kos banyak kawan2 yg suka. Jadi diabisin sama mereka. Saya makan 2 butir aja udah cukup.
Petualang Cantik
April 6, 2016iya, rasanya memang kelet seperti salak yang belum mateng. tapi kalo aku malah makin ketagihan.
Kornelius ginting
April 6, 2016Asamnya berbahaya ngga buat yg menderita sakit maag seperti saya mba…biar aku juga menikmatinya bersamamu
Petualang Cantik
April 6, 2016wah, kalo bahaya atau ngga aku belum tahu bang. selama ini baik2 saja.
tia putri
April 6, 2016Baru banget postingku di like sm akun asina kelubi. Skrg baca apa sih asinan kelubi itu. Jd bikin penasaran
Petualang Cantik
April 6, 2016ayo mba…cobain asinan kelubinya…biar bisa main terus ke Pangkalpinang.
Hermini Yuliawati
April 6, 2016Waahh, aku kudet nih soal asinan khas Bangka, musti nyoba nih lain kali.
Petualang Cantik
April 6, 2016tadinya aku mau beli asinan yang di depan hotel, tapi kita pulangnya malam terus. padahal yang depan hotel asli buat sendiri (buat dan jual sendiri)
tia putri
April 6, 2016Posting di IG maksudnya 🙂
Petualang Cantik
April 6, 2016hihihihi….
Dede Ariyanto
April 6, 2016Litaaaaaa… kenapa gak bilang pas di toko oleh-oleh itu. Pasti aku juga ikutan beli. Hemm semoga bisa ke sana lagi atau nanti kalo ada temen ke sana mau nitip ah. 😀
Petualang Cantik
April 6, 2016Hahahaha…..takut mas dede susah move on dari Pangkalpinang
leeviahan
April 6, 2016unik banget namanya deh, baru denger nih juga lho mak hihi 😀
Petualang Cantik
April 6, 2016iya, aku juga baru tahu namanya. kayanya cuma ada di Pulau Bangka deh…
Hermiadi
Mei 28, 2016Jadi ngecesss, belum pernah makan, penasaran euy… Jika berkenan mampir ke blog saya ya…
Petualang Cantik
Juni 12, 2016Ayo mas main ke pangkal pinang. Disana banyak sekali asinan kelubi