Talkshow APLI Day 2 : Indonesia Menuju Halal Dunia

by

 

Halo Sobat Petualang Cantik,

Apakabar hari ini, pasti tetap bahagia dan eksis dong. Setelah kemarin ada ulasan tentang talkshow APLI dihari pertama, nah hari ini saya akan bahas tentang Takshow hari kedua. Kali ini temanya adalah “ Pentingkah Halal Produk dan Sertifikasi Syariah Dalam Direct Selling di Indonesia”.

Tema yang menarik di dalam kondisi penduduk Indonesia yang mayoritas adalah muslim, seringkali sebuah produk baik makanan, kosmetik , Jasa dan lain-lain, masyarakat menginginkan kehalalan produk tersebut sebagai jaminan bahwa produk tersebut dapat dikonsumsi.

Di Indonesia yang akan melakukan uji tersebut adalah BPOM, nah setelah BPOM merekomendasi kelayakan dan kehalalan sebuah produk tersebut, maka MUI akan mensahkan dengan mengeluarkan surat kehalalan produk. Setelah mendapatkan surat tersebut, produsen dibolehkan atau diizinkan mencantumkan label kelayakan dari BPOM dan lebel halal dari MUI di kemasan produknya yang terlihat oleh konsumen.

Baca juga ulasan

Day 1 : disini

Day 3 : disini

 

Penasaran dengan pembahasan tema ini? Yuk, kita simak pemaparan dari dua narasumber yang terpercaya ini, Yaitu :

  1. Moch. Bukhori Muslim, LC.,MA (Ketua Bidang Industri Bisnis dan Ekonomi Syariah DSN – MUI.
  2. Ir Penny K. Lukito, MCP ( Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan ), kali ini di wakilkan oleh Dra. Rita Endang , Apt., M. Kes. Selaku Deputi 3 Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM – RI.

Acara talkshow ini dilakukan secara offline dan online via zoom, dan saya hadir di acara ini secara offline dengan beberapa teman. Pemaparan pertama dilakukan oleh pihak BPOM yang sedianya akan dijelaskan oleh Dr. Ir Penny K. Lukito, MCP ( Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan ), namun ibu Penny Lukita tidak bisa  hadir  dan di wakilkan oleh Dra. Rita Endang , Apt., M. Kes. Selaku Deputi 3 Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM – RI.

Mengawal olahan panganan dalam Industri Direct Selling di Indonesia peranan BPOM sangat diperlukan sebagai pengawasan pada produk yang beredar di Indonesia. Tantangan pengawasan obat dan makanan dapat lihat bahwa adanya teknologi, produksi dan suplay pangan. Inovasi produk pangan baru, ada pencemaran bakteri atau toksin, kemudian anti body yang sudah resisten, perubahan pada lingkungan kita, pelaku usaha dengan teknologi yang ada.

Kemudian adanya E-commers menjadi hal penting sekali karena produk beredar secara online, kemudian rendahnya literatur masyarakat Indonesia, akhirnya masyarakat tidak membaca secara keseluruhan terkait dengan informasi yang disampaikan oleh BPOM. Tantangan berikutnya adalah kapasitas pengujian labotarium yang tidak banyak di Indonesia.

BPOM memiliki misi dan visi yang sangat jelas, yaitu :

Terwujudnya kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa melalui obat dan makanan yang berkualitas.

Kemudian Misi BPOM adalah :

  1. Menfasilitasi pengembangan industri Obat dan Makanan dengan Keberpihakan terhadap UMKM
  2. Meningkatkan efektivitas pengawasan Obat dan Makanan
  3. Memperkuat SDM terkait Obat dan Makanan dengan mengembangkan kemitraan
  4. Meningkatan efektifitas penindakan kejahatan Obat dan Makanan

BPOM memberikan kemudahan dengan adanya standard produksi dengan fasilitas produksi yang baik agar mutunya terjamin. Kemudian produk tersebut dengan dokumen melakukan registrasi untuk memeriksa keamanan, khasiat dan kegunaannya melalui berbagai uji klinis, setelah melalui semua itu, maka dikeluarkanlah izin edar. Ketika izin edar tersebut dikeluarkan maka untuk melihat konsistensi pelaksanaannya maka dilakukan juga pengawasan dengan mengambil lagi sampling pengujian. Lalu, BPOM juga memonitor pada setiap iklan/promosi, labelnya, sarananya dll.

BPOM juga mencantumkan nilai gizi pada produk tersebut, jadi industry wajib mencantumkan nilai gizi tersebut dikemasan produk. Oia, kalian juga bisa melaporkan segala hal tentang produk kepada BPOM bisa melalui akun sosmed BPOM atau melaui Halo BPOM di 1500533.

Kemudian Bapak Dr. Moch. Bukhori Muslim, LC.,MA (Ketua Bidang Industri Bisnis dan Ekonomi Syariah DSN – MUI sebagai narasumber kedua menyampaikan tentang kehalalan sebuah produk. Pak Bukhori memulai hal yang sudah disampaikan oleh Bu Rita dan moderator, bahwa ada singungan antara Halal dan Toyiban. Dalam Alquran, manusia diperintahkan untuk makanan yang halal dan toyib. Dalam alquran di sebutkan Wahai manusia ,tidak hanya orang beriman. Allah perintahkan untuk siapa saja bukan hanya orang muslim saja tetapi non muslim juga disuruh untuk makan yang halal dan yang baik. Kalau yang baik, kata Pak Bukhori itu urusan BPOM, kalau masalah Halal, itu baru urusan ulama.

Siapapun kita, baik itu produsen dan penjual yang ingin memperdagangkan produknya di Indonesia harus bersetifikat Halal. Hal ini sudah di atur oleh undang-undang yang ada di pemerintahan Indonesia. Presiden Ir. Jokowi Widodo mendeklarasikan agar Indonesia menjadi Negara kawasan halal dunia, menjadi pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia. Kenapa presiden menginginkan hal tersebut? Ya, karena di Negara kita mayoritas beragama islam, dan hampir 90% penduduk Indonesia adalah muslim.

Diluar Indonesia, ulama-ulamanya menyatakan bahwa MLM itu diharamkan, tetapi ulama-ulama di Indonesia melihat perkembangan zaman cara berbisnis MLM bisa dilakukan secara syariah. Indonesia menjadi Negara pertama yang memiliki bisnis MLM standard Syariah. Insya Allah kita akan menjadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka di Dunia.

Sebagai muslim saya juga senang mendapatkan kabar seperti ini. Bagi orang-orang muslim pastinya dapat beraktifitas dan berkegiatan dengan bahagia di Indonesia. Karena segala hal berkenaan dengan makanan, minuman, jasa, fashion, obat-obatan, kosmetik, pendidikan, keuangan, rumah sakit , mall dll dapat ditemui di Indonesia tercinta ini.

Demikian ulasan yang saya dapat saat menghadir talkshow APLI hari ini, (8/12/2020) di NU Skin, Jakarta. Semoga kalian tercerahkan dengan ulasan ini. Terima kasih, jangan lupa, besok masih ada tema lain yang akan saya ulas di sini.

 

 

Salam cantik.

 

Lita Chan Lai

 

 

 

9 Responses
  • Nchie Hanie
    Januari 14, 2021

    Wow, kalo semua produk halal dan kegiatan berbasis syariah, alangkah senangnya yaa.
    Pernah mendengar juga sih kalo mLM haram lah, bla, bla..
    Tapi syukur deh ikutan bangga juga kalo Indonesia menuju halal dunia.

  • winda
    Januari 14, 2021

    ajku kurang ngerti sama syariah gituan mba, karena ada yg bilang MLM itu haram, bahkan KPR juga haram 🙁 takut salah, kalau sudah ada yg edukasi gini kayaknya enak ya 🙂

  • Demia
    Januari 15, 2021

    waaa iya nih aku juga pernah denger kalo MLM juga katanya haram yaaa, kalo ada edukasi kaya gini jadinya lebih jelas juga nih hihihi,

  • Tuty Queen
    Januari 15, 2021

    Sekarang ini konsumen semakin kritis jadi sertifikasi halal sepertinya perlu banget biar nggak was was menggunakan produk 🙂

  • nyi Penengah Dewanti
    Januari 16, 2021

    Banyak yang takut dengan MLM mba di sekitarku kalau diedukasi macam begini jadi lebih ngerti ya Mba. Makasih aku juga nambah wawasan nih.

  • Helena Magdalena
    Januari 16, 2021

    Mbaakk..boleh aku share yaa ini..kebetulan 2020 kemaren aku join bisnis MLM, tp byk stigma negatif yg bikin org jd ga mau coba. Pdhl produk bagus dan juga sudah Halal MUI dan terdaftar di APLI. Perlu bgt ksh edukasi yg spt ini

  • lendyagasshi
    Januari 16, 2021

    Iya, alhamdulillah saat ini sudah ada MLM Syariah.
    Dengan akad yang sesuai syariah, pasti menjadi pilihan bagi mayoritas masyarakat untuk memulai bisnis.

  • Arda Sitepu
    Januari 16, 2021

    Senang juga mbak kalau banyak produk di Indonesia sudah mendapat sertifikat halal agar produk tersebut lebih terjamin. Semoga hal ini dapat terwujud ke semua sektor ya.

What do you think?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *