Temukan Informasi HIV dan AIDS di Chat Bot “Tanya Marlo”

by

(kiri-kanan) Inez Kristanti, Psikolog dan Social Media Influencer, Krittayawan (Tina) Boonto, UNAIDS Indonesia Country Director, David Webb, Co-founder dan CMO Nimbly Technologies , dan Ilona, Ketua Organisasi Tim Peduli AIDS Atma Jaya dalam kegiatan konferensi pers “Tanya Marlo”.

Halo Sobat Petualang Cantik,

Di Indonesia diperkirakan 640 ribu orang hidup dengan HIV, angka yang sangat spektakuler bukan? Dan diperkirakan baru 48% ODHA mengetahui status HIV mereka. Kok bisa sih mereka baru mengetahui status mereka ini. Data ini di dapat dari Kementerian Kesehatan RI. Jumlah tertinggi infeksi baru HIV ada di kalangan anak muda usia 15-24 tahun, angak ini mencapai 52% dari total infeksi HIV baru. Ngenes banget kan!

Padahal Pemerintah Indonesia sudah berusaha mengatasi permasalahan HIV dan AIDS bersama-sama dengan UNAIDS. Berbagai kampanye pencegahan terus dilakukan untuk mengurangi angka infeksi baru HIV hingga mengurangi praktik diskriminasi terhadap ODHA.

Cerita  ABG dekat rumah yang menjadi ODHA

Awalnya saya tidak mengetahui anak yang sering sekali lewat rumah ini merupakan ODHA. Dia terlihat sangat gesit dan ceria. Sering menyapa orang yang dia temui di jalan. Ramah sama tetangga. Meskipun semua orang tahu dia anak yang putus sekolah karena factor ekonomi.

Sejak putus sekolah anak tersebut sering bergaul dengan anak-anak jalanan. Sehingga sering pulang malam bahkan tidak pulang sama sekali. Ibunya sering uring-uringan mencarinya. Hampir 5 tahun dia menjalani hidup seperti ini. Dia larut dengan kehidupan yang tidak wajar. Sehingga menjadi cemoohan banyak warga.

Terakhir naas sekali nasibnya. Anak gadis manis ini tidak lagi keluar rumah. Dia hanya berbaring dikasur dan beraktifitas disekitaran rumah. Karena tidak juga sembuh, banyak orang yang menjeguknya dirumah. Bahkan ingin tahu penyakit yang dia derita sehingga membuat dia tidak lagi bisa beraktifitas seperti sedia kala. Penyakit yang dirahasiakan, membuat orang berhenti bertanya-tanya walaupun dibelakang banyak orang yang berspekulasi dengan penyakitnya.

Benar saja, Gadis manis yang masih berumur 17 tahun ini meninggal dan meninggalkan cerita banyak dikalangan masyarakat dengan penyakit HIV dan AIDS. Selama 2 tahun penyakit ini dia derita tanpa ada penganan yang lebih baik. Untuk berobatpun dia enggan sekali. Lebih menginginkan pasrah hidup dirumah tanpa bisa berbuat banyak. Badannya yang dulu berisi, menjadi kurus kering. Matanya yang dulu bersinar kini redup. Keceriaannya hilang dan punah bersamaan dengan hadirnya penyakit tersebut.

Semua meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan. Semoga saja di alam sana, dia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhannya. Amiin.

***

(kiri-kanan) Inez Kristanti, Psikolog dan Social Media Influencer, Ilona, Ketua Organisasi Tim Peduli AIDS Atma Jaya dalam kegiatan konferensi pers “Tanya Marlo”, David Webb, Co-founder dan CMO Nimbly Technologies, Krittayawan (Tina) Boonto, UNAIDS Indonesia Country Director, bersama dr. Lanny Luhukay, Kepala Seksi HIV AIDS, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam peluncuran chat-bot “Tanya Marlo” dari UNAIDS Indonesia.

Dua hari yang lalu, Selasa (18/12) saya berkesempatan hadir di acara Lounching “Tanya Marlo” di Jakarta Selatan. Agak bingung juga sih, apa itu Tanya Marlo. Setelah saya ikuti acaranya, ternyata Tanya Marlo itu adalah sebuah platform chat mobile yang terintegrasi dengan aplikasi LINE.

Ternyata Tanya Marlo solusi bagi yang ingin tahu banyak tentang HIV/AIDS. Tanya Marlo hadir dikarenakan minimnya informasi yang bisa didapat oleh semua orang umum maupun ODHA itu sendiri. Rata-rata mereka malu untuk bertanya mengenai hal itu. Yah, bisa dibayangkan sekali, mayoritas orang Indonesia itu menganggap penyakit tersebut jauh dari kehidupan dan pergaulannya.

Orang yang terinfeksi dinyatakan masyarakat adalah orang yang tidak baik. Padahal pengidap HIV/AIDS belum tentu seperti yang mereka bayangkan. Daripada su’uzon mending cari tahu lebih banyak tentang HIV/AIDS tersebut.

Beruntung sekali dengan adanya Tanya Marlo. Jadi masyarakat mengetahui dengan jelas mengenai HIV/AIDS. Tanya Marlo sendiri sangat mudah digunakan. bahkan Tanya Marlo menjawab dengan cepat seperti seorang sahabat.

Tanya Marlo diluncurkan oleh UNAIDS Indonesia bersama Nimbly Technologies dan Botika. Ini adalah platform satu-satunya dan pertama di dunia yang diluncurkan di Indonesia. Kita boleh berbangga diri dengan adanya Platform seperti ini.

“Bersama mitra developer kami Nimbly Technologies dan Botika, kami menghadirkan Tanya Marlo untuk menjawab tantangan seputar HIV dan AIDS di Indonesia. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital, kami ingin berinteraksi melalui cara-cara baru dengan generasi muda yang mungkin belum terjangkau dengan informasi mengenai HIV dan AIDS,” kata Krittayawan (Tina) Boonto, UNAIDS Indonesia Country Director.

Beberapa contoh fitur menarik, edukatif dan informatif yang tersedia di Tanya Marlo antara lain :

(1) Info HIV: fitur yang menyediakan segala informasi seputar HIV dan AIDS, yang disampaikan melalui konten-konten menarik seperti artikel, infografis, perbandingan mitos dan fakta, dan video.

(2) Kuis: permainan kuis mengasyikkan yang akan menantang pengetahuan dan pemahaman mengenai HIV dan AIDS, melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana dan menyenangkan.

(3) Konsultasi: fitur yang memberikan akses ke konselor terpercaya bagi yang membutuhkan saran atau ingin bertanya tentang HIV dan AIDS secara lebih lanjut dan pengobatannya. Tanya Marlo menjamin kerahasiaan dan kenyamanan setiap pengguna dan,

(4) Tes HIV: Tanya Marlo memberikan kenyamanan bagi siapapun yang membutuhkan informasi tentang klinik-klinik yang menyediakan jasa tes HIV, termasuk lokasi, tatacara, dan jam operasional. Terlebih lagi, bagi pengguna yang ingin melakukan tes HIV di Jakarta, dapat membuat janji untuk melakukan tes HIV secara online melalui Tanya Marlo.

“Kami menyadari bahwa cara konvensional untuk berinteraksi dengan masyarakat dan ODHA seringkali tidak cukup. Oleh karena itu, kami mengubah sudut pandang kami dan mulai menerapkan cara baru yang tengah digemari oleh masyarakat, terutama generasi milenial,” lanjut Tina.

“Kami melihat media sosial sebagai kanal komunikasi yang sangat potensial, khususnya aplikasi chat. Oleh karena itulah kami memutuskan untuk berinteraksi melalui sebuah chat-bot, yang kami integrasikan dengan LINE.”

Banyak ODHA yang hidup dalam kesendirian, tanpa teman atau dukungan dari lingkungan sekitar karena masih banyaknya persepsi dan kekhawatiran yang salah mengenai bagaimana HIV dapat ditularkan. Inilah salah satu faktor utama mengapa banyak ODHA tidak berkonsultasi mengenai kondisi mereka, sehingga tidak memiliki pemahaman yang cukupmengenai pengobatan HIV.

Hingga saat ini, LINE memiliki sekitar 90 juta pengguna, dan 80% di antaranya merupakan remaja. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Tanya Marlo dihadirkan di LINE dan siapapun dapat dengan mudah menambahkan “@tanyamarlo” sebagai teman, untuk langsung berinteraksi atau berbincang dengannya.

Tina menjelaskan, “Sejalan dengan kebijakan Test and Treat HIV dan AIDS dari pemerintah untuk meningkatkan jumlah orang yang mengikuti tes HIV, UNAIDS melalui Tanya Marlo menyediakan akses dan langkah-langkah mudah untuk menemukan klinik terpilih dan terdekat, yang memberikan layanan tes HIV, dengan jaminan privasi dan kenyamanan.”

Hadir juga dalam acara peluncuran Chat Bot Tanya Marlo yaitu :

  1. Inez Kristanti, Psikolog dan Social Media Influencer
  2. Krittayawan (Tina) Boonto, UNAIDS Indonesia Country Director
  3. David Webb, Co-founder dan CMO Nimbly Technologies
  4. Ilona, Ketua Organisasi Tim Peduli AIDS Atma Jaya dalam kegiatan konferensi pers “Tanya Marlo”.
  5. Lanny Luhukay, Kepala Seksi HIV AIDS, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Nah, buat teman-teman yang ingin mencoba berkomunikasi dengan Tanya Marlo ini, caranya sangat mudah sekali. Kalian bisa masuk ke aplikasi LINE, kemudian berteman denga Tanya Marlo dengan cara search di pencarian LINE, temukan Tanya Marlo disana dan langsung ajak berteman. Secara otomatis kalian bisa langsung ngechat Tanya Marlo.

Mudah sekali bukan. Oia, kalau ada pertanyaan yang meminta data-data kalian, jawab saja dang a usah takut, karena kerahasian kalian sangat terjaga dan aman. Mulai sekarang, kalau ingin tahu banyak mengenai HIV/AIDS, silahkan hubungi Tanya Marlo. Dia akan merespon dengan cepat dan menjawab pertanyaan kalian dengan jelas. Pokoknya anggap saja Tanya Marlo itu seperti teman dekat kita. Jadi tidak perlu sungkan atau malu untuk bertanya. Segalanya akan lebih mudah kalau kalian berkomunikasi dengan Tanya Marlo. Asyik sekali ya!

 

Salam Cantik

 

Lita Chan Lai

4 Responses
  • nurulrahma
    Januari 15, 2019

    NAH!! yang kayak gini nih pentiiiing pake banget.
    Ada baiknya utk silent killer disease yg lain juga dibikinkan aplikasi/teknologi semacam ini
    Jadi bisa nambah wawasan

  • maya rumi
    Januari 15, 2019

    perkembangan teknologi yang aq suka nih, kemudahan berkomunikasi untuk mendapatkan informasi apalagi ini mengenai HIV AIDS yang kadang buat sebagian orang masih tabu untuk tahu lebih banyak langsung deh temenan sama tanya marlo di LINE

  • Elly Nurul
    Januari 15, 2019

    Kadang bertanya soal hal-hal yang sensifit itu agak sungkan ya ka.. dengan tanya Marlo ini bisa menjadi solusi buat yang enggan bertanya.. jadi tanya marlo cukup dengan download line ya ka.. terus kalo ada pertanyaan data-data pribadi kita kasih aman ya.. well noted

  • Andiyani Achmad
    Januari 15, 2019

    era digital saat ini, kemudahan buat mendapatkan informasi tuh luarbiasa ya.

What do you think?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *