Ketika Bantuan Erupsi Gunung Semeru Tersalurkan

by

Halo Sobat Petualang Cantik, 

Beberapa waktu lalu ada kejadian Erupsi gunung semeru sehingga sebanyak 6 Desa menjadi korban semburan abu vulkanik dari Gunung Semeru. Berbagai lembaga dan pihak yang berwenang dalam penanganan bencana langsung terjun ke lokasi bencana untuk melakukan berbagai bantuan yang dapat diberikan. Banyak posko-posko bencana yang didirikan oleh berbagai lembaga termasuk Sar Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) dimana saya sebagai Bendahara Umum pada periode tahun 2019-2022.

Dalam Erupsi Gunung Semeru ini hampir semua relawan hadir dan turut memberikan pertolongan. Segala bentuk bantuan terus berdatangan bahkan berlimpah khususnya untuk Tim SAR, Tim Medis, Logistik Makanan, Pakaian, dan lain sebagainya. Donasi yang kami buka juga banyak masuk ke rekening kami. Semua akses kegiataan kebencanaan sudah tercover dengan baik hingga batas pergerakan kami berakhir sesuai himbaun dari pemerintah untuk menarik pasukan kembali ke masing-masing lembaga. 

Ada uang yang tersisa dari hasil donasi bencana Erupsi Gunung Semeru. Sesuai hasil rapat pengurus, bantuan tersebut akan disalurkan dengan hasil mitigasi berikutnya dan menunggu keadaan masyarakat kondusif dalam artian setelah bantuan Pemerintah diberikan sesuai perjanjian dengan masyarakat disana, seperti penempatan lokasi tinggal, hunian yang layak dan pengembalian aktifitas masyarakat seperti sediakala. Bantuan Pemerintah ini dalam rangka melindungi rakyat  yang menjadi korban agar mereka dapat hidup tenang dan dapat melakukan aktifitasnya. 

 OTW Markas SARMMI di Solo

Akhirnya beberapa bulan kemudian SARMMI memutuskan untuk segera menyalurkan sisa dana Erupsi Gunung Semeru dan aku sebagai Bendahara di utus langsung pergi ke lokasi bencana dengan tim yang ada di Solo, Jawa Tengah. Di Solo sudah dipersiapkan segala hal bentuk bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat seperti mushaf Alquran, Juz Amma, Buku Iqro, Mukena, Kain Sarung, Alat Tulis dan lain sebagainya. Kendaraan untuk pergi ke lokasi juga sudah dipersiapkan oleh tim dari Solo, aku tinggal membawa badan yang sehat saja untuk berangkat bersama mereka. 

Aku pergi ke Solo sendirian menggunakan kereta, dan sampai di Solo pagi jam 6.00 wib. Lalu sesampainya di markas SARMMI, aku langsung istirahat karena informasi dari tim, akan berangkat jam 10.00 wib. Aku tidur sangat nyenyak sekali, karena semalaman di kereta tidak bisa tidur. Guncangan dalam kereta sangat terasa, padahal aku naik kereta bisnis yang lumayan nyaman tempat duduknya. 

Ketika dibangunkan dari tidur nyenyakku, aku masih belum bisa membuka mata. Tetapi karena harus berangkat jam 10.00 wib, sudah seharusnya aku bangkit dari peraduan sementara ini. Aku minta waktu pada tim yang akan berangkat untuk mandi dan makan sebentar, biar diperjalanan badan lebih fit dan segar. Kalau lanjut tidur dimobil itu sudah pasti, hahaha. 

Akhirnya sampai di Lumajang

Selama perjalanan aku lebih banyak tidur, apalagi mobil melintas jalan tol baru yang jalanannya masih halus dan bikin nyaman diatas kendaraan. Istirahat di rest area untuk sholat dan makan kemudian lanjut perjalanan. Keluar tol Surabaya sekitar jam 3 sore tapi jangan bahagia dulu, karena perjalanan dari Surabaya ke Lumajang masih lumayan jauh apalagi ke lokasi bencana Erupsi Gunung Semeru yang berada di desa Sumbersari, Desa Sumberurip, Desa Capiturang, Desa Penanggal, Desa Sumberwuluh dan Desa Pasirian. 

Sesampainya di Lokasi bencana tepat Adzan Isya. Perjalanan yang cukup melelahkan. Aku dan tim masuk ke warung sambil ngobrol-ngobrol dengan pemilik warung. Makan indomie rebus disini terasa lezat dalam kondisi udara dingin, akhirnya aku mendapat petunjuk kemana harus menyalurkan bantuan ini. Aku dan tim menemui tokoh agama yang ada disini kemudian kami memberitahu maksud dan tujuan kami datang dan Alhamdulillah mendapat respon yang positif. 

Dari tokoh agama tersebutlah kami mengetahui kebutuhan mereka. Akhirnya kami sepakat akan belanjakan sisa donasi yang kami terima untuk membelikan speaker + Mic dalam ruangan untuk kebutuhan 6 mushola tempat anak-anak dan para hafidz qur’an belajar ngaji. Kebetulan sekali di Lumajang ini banyak mencetak hafidz-hafidz muda. Jadi bantuan berupa speaker akan membantu sekali untuk mereka melaporkan hafalannya pada kyai dan guru mereka di mushola tempat mereka belajar.

Mencari Hotel Terdekat

Karena sudah malam, akhirnya kami izin undur diri dan akan kembali esok hari dengan membawa barang yang beliau sarankan kepada kami. Meski ditawarkan untuk menginap dirumahnya, tetapi kami menolak dengan alasan akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk esok hari. 

Setelah pamit, kami pun bergegas mencari Hotel Terdekat dan termurah untuk beristirahat. Untungnya aku masih menyimpan aplikasi Reddoorz. Aplikasi ini sangat membantu kami dalam mencari tempat untuk bermalam.   Alhamdulillah kami penginapan yang lokasinya dengan lokasi Erupsi Gunung Semeru dan lokasi pasar Pasirian tempat kami akan mencari speaker yang dibutuhkan 6 mushola terdampak. 

Dari Desa Sumbersari ke Penginapan hanya 29 menit dan dari Penginapan ke Pasar Pasirian hanya 34 menit. Menurut kami ini tidak terlalu jauh, dan mudah sekali menemukan lokasinya. Akhirnya menginaplah kami di Homestay Esther.

Mudahnya mencari hotel dan penginapan. Tinggal searching lokasi wilayah dan muncul pilihan hotel atau penginapan

Meski hanya semalam, tetapi tempatnya nyaman dan memberikan kebebasan pada kami menggunakan fasilitasnya. Karena kami sudah cukup lelah, akupun minta izin dengan tim untuk beristirahat dan akan melanjutkan perencanaan aktifitas esok hari. 

Bagi yang ingin bepergian jauh dan mendadak, kalian bisa gunakan jasa Reddoorz untuk mencari hotel terdekatan atau penginapan. Reddoorz membantu sekali dalam menemukan tempat menginap kalian dimanapun berada.

Belanja di Pasar Pasirian

Pagi hari aku dan tim sudah bersiap pergi mencari speaker dalam ruangan. Sudah keliling menyusuri semua lokasi yang ada di pasar. Bertanya kesana kemari agar menemukan toko yang menjual speaker yang dibutuh oleh 6 mushola tersebut. Andai tahu kebutuhan mereka jauh hari mungkin bisa kami temukan dengan mudah.

Akhirnya setelah rajin bertanya, ketemulah toko elektronik yang menjual speaker sesuai yang diinginkan, namun stok yang dimiliki oleh toko tersebut hanya 4 buah, sementara kami butuh 6 buah. Pemilik toko berusaha menyakinkan kami kalau 2 speaker yang kurang ini akan dia kirim besok hari dan kamipun mempercayakannya.

Setelah transaksi selesai dilakukan, kamipun kembali ke rumah tokoh agama yang kami temui tadi malam. Semua barang yang kami bawa langsung diturunkan. Disaksikan oleh masyarakat dan beberapa tokoh desa yang lainnya. Bantuan ini akan dibagikan ke 6 Mushola yang ada di sekitar lokasi bencana.

Bantuan disalurkan lengkap ke 6 MusholaMasyarakat dan anak-anak disana bahagia melihat bantuan yang kami bawa. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi keberkahan buat pemberi dan penerima bantuan.

Demikian ceritaku kali ini, semoga bermanfaat ya!

Salam Cantik,

Lita Chan Lai 

No Comments Yet.

What do you think?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *