YAICI Gandeng BEM UMJ Untuk Kampanye #MilenialsSadarGizi

by

 

Halo Sobat Petualang Cantik,

Kalian tahu ga sih, kalau prioritas pemerintahan saat ini adalah menurunkan angka stunting dan gizi buruk. Pasalnya, Presiden Joko Widodo memberi target penurunan hngga dibawah 14 persen pada tahun 2024. Sementara Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 adalah 24,4%. Meski kerja keras nih untuk capai angka dibawah 14% di tahun 2024. 

Saya pribadi beberapa kali mengikuti kegiatan Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI) yang aktif melakukan edukasi ke berbagai lapisan masyarakat untuk dapat menurunkan angka stunting dan gizi buruk tersebut dengan bekerjasama dengan beberapa elemen terkait dengan harapan agar dapat menurunkan angka tersebut. 

Kali ini Yaici libatkan generasi muda untuk peningkatkan literasi gizi masyarakat dengan menggandeng mahasiswa untuk kampanyekan #MilenialsSadarGizi. Sebanyak 1.200 mahasiswa kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Airlangga disasar edukasi gizi melalui program Roadshow Kampus “Inilah Saatnya : Aku, Kamu, Kita, Generasi Muda Sadar Gizi”.

 

Kebetulan sekali saya hadir di acara tersebut, tepatnya di kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta yang diselenggarakan oleh YAICI dan BEM UMJ pada hari senin, 5 Sept 2022 di aula FEB UMJ dengan narasumber :

Via Zoom :   dr. Hasto Wardoyo Sp.Og (K)., Kepala BKKBN

Dan 

Di Aula FEB UMJ :

– Arif Hidayat, Ketua Harian YAICI

– Ns. Nyimas Heni Purwanti. M.Kep.,Sp.Kep An., Dosen UMJ

– Maman Suherman, Pegiat Literasi

– Mochamad Awam Prakoso, Ketua Umum Kampung Dongeng Indonesia

Sebelum acara dimulai, ada sambutan dari Ketua BEM UMJ Muhammad Fatul Fahrozi yang mengajak kawan-kawannya untuk memahami apa yang dipaparkan dalam acara ini kemudian dilanjut oleh sambutan Wakil Rektor IV UMJ DR. Septa Candra, S.H.,M.H., yang mengatakan bahwa, Ia menyadari generasi muda masih belum memiliki perhatian terhadap persoalan gizi. Banyak dari mereka yang berfikir gizi merupakan persoalan yang seharusnya diurus oleh orangtua, bukan generasi muda. Kegiatan ini sangat diapresiasi sekali upaya-upaya edukasi gizi yang melibatkan mahasiswa dan generasi muda. 

Akhir sambutan, Septa Candra berharap setelah kegiatan ini mahasiswa harus ada tindak lanjut yang kongkrit dalam kehidupan nyata. Karena gizi yang baik akan berdampak bagi pertumbuhan dan pola pikir yang baik bagi generasi masa depan. 

Dari layar via Zoom dr. Hasto Wardoyo Sp.Og (K)., Kepala BKKBN menjelaskan bagaimana anak muda harus paham bagaimana menjaga kondisi tubuh agar dapat mencetak generasi yang sehat dan kuat dengan asupan yang baik terutama perempuan yang akan melahirkan anak. Jangan menikah di usia muda dan jangan juga di usia yang rentan, karena ini membahayakan kehidupan kita. 

Perlu diketahui bahwa peserta yang hadir secara offline sebanyak 100 orang dan online via zoom sebanyak 500 orang. 

Ketua harian YAICI, Arif Hidayat mengatakan bahwa mahasiswa merupakan pondasi masa depan terkait edukasi dan literasi gizi yang baik untuk mayarakat. “ Kami sudah melakukan penelitian selama 5 tahun terkait gizi terutama kental manis. Saat ini, YAICI coba mensasar generasi muda sebagai calon penerus masa depan Indonesia terkait peningkatan literasi gizi terlebih kental manis,” Jelas Arif. 

Memang banyak sih yang belum sadari bahwa susu kental hanya pemanis minuman atau digunakan sebagai toping makanan. Jangan pernah gunakan SKM sebagai konsumsi harian anak-anak kita. Karena kandungannya lebih banyak gula dibanding susunya. Jika kebanyakan konsumsi gula apalagi buat anak-anak diyakini akan berdampak buruk bagi kesehatan. 

Untuk itu hadir Ns. Nyimas Heni Purwanti. M.Kep.,Sp.Kep An., Dosen UMJ untuk menjelaskan ini semua ke para mahasiswa yang hadir. “ Pemberian kental manis sebagai pengganti susu untuk pemenuhan gizi merupakan hal yang salah”.

Dilanjutkan oleh Maman Suherman, Pegiat Literasi yang kerap disapa Kang Maman ini memberikan ilmu bagi para mahasiswa bagaimana literasi di Indonesia ini berjalan dengan tepat. Dijelaskan oleh Kang Maman bahwa ada 6 Literasi dasar yang harus diketahui oleh masyarakat Indonesia, yaitu :

  1. Literasi Baca Tulis
  2. Literasi Numerasi
  3. Literasi Sains
  4. Literasi Finansial
  5. Literasi Digital 
  6. Literasi Budaya dan kewargaan

Yang sering menjadi masalah dalam kehidupan sekarang adalah kita termakan informasi hoaks, yang mengakibatkan banyak kesalahan. Ini akibat minimnya literasi yang dimiliki oleh masyarakat. Untuk itu para mahasiswa wajib memahami bagaimana informasi berkembang dengan kebenaran. 

Kegiatan edukasi gizi ini diakhiri dengan penjelaskan dari Kak Awam atau lengkapnya Mochamad Awam Prakoso, Ketua Umum Kampung Dongeng Indonesia dengan gaya dongengnya. Tidak bosan-bosan deh kalau dengar Kak Awam berbicara dengan suara yang berbagai macam yang menjadi pelengkap ceritanya. Suara binatang apapun bisa dia tiru sehingga cerita yang dibawakan menjadi seru dan asyik untuk di dengar. Seperti biasa, dongeng yang dibawakan Kak Awam pasti ada poin-poin yang bisa kita ambil sehingga memotivasi kita semua. 

 

Salam Cantik,

 

Lita Chan Lai

 

No Comments Yet.

What do you think?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *