Menggunakan Masker Garda Terdepan Melawan Covid-19

by

 

“ Zihad…Acha…Azha…, Keluar rumah maskernya dipakai ya! ” seruku ketika melihat mereka mau main sepeda. Mereka adalah ponakanku yang hampir tiap hari datang untuk belajar online. Orangtua mereka bekerja, dan menitipkan kepadaku untuk mengawasi kegiatan belajarnya.

Sejak adanya pandemi covid-19 semua kegiatan berubah total. Mungkin semua dunia merasakan perubahan ini. Dahulu ketika ada orang menggunakan masker orang akan berfikir aneh, pengguna masker itu seperti orang yang ingin menutupi identitasnya, kecuali petugas kesehatan, petugas kebersihan, petugas kebakaran dan lainnya. Mereka menggunakan masker memang untuk melindungi kesehatan dirinya atau orang disekitarnya.

Beda hal sejak adanya pandemi. Semua diwajibkan menggunakan masker, meskipun banyak yang bandel. Kesadaran akan kesehatan belum sepenuhnya dipahami oleh banyak orang. Bahkan banyak yang tidak percaya adanya virus Covid-19 ini. Kadang susah juga untuk memberikan edukasi kepada orang lain, termasuk kepada saudara sendiri. Alasan ribetlah, panaslah, susah bernafaslah dan banyak alasan lainnya.

Terkadang aku suka gemes sendiri dengan orang yang susah sekali untuk dikasih tahu. Padahal kita cuma diwajibkan memakai masker, yang lebih praktis dibanding para Nakes yang bertugas di RS. Mereka harus menggunakan hazmet berlapis-lapis sepanjang hari. Buat minum saja sulit apalagi makan. Mereka harus bisa menahan hajat dan tidak kekamar kecil demi menjaga strerilnya alat yang melekat ditubuhnya. Begitu berat perjuangan para Nakes tersebut dalam merawat dan menolong pasien covid-19. Mereka rela mengorbankan nyawanya dalam melakukan kegiatan tersebut. Mereka adalah pahlawan yang berani berdiri di garda terdepan untuk melawan Covid-19.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk bisa memutus rantai penyebaran Virus Covid-19 ini?

Beberapa hari yang lalu aku mengikuti webinar tentang “Yuuk Disiplin Covid-19 Ambyar” Oleh Kementerian Kesehatan Untuk Mengajak Masyarakat Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru. Webinar ini ikuti oleh hampir 200 peserta. Ada 3 Narasumber yang akan memberikan paparannya, yaitu :

  1. Rizkiyana Sukandhi Putra, M. Kes (Direktur Promosi kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat)
  2. Rose Mini Agus Salim, M.Psi
  3. Wardah Fajri ( Founder dan Mentor Komunitas Bloggercrony)

Berdasarkan pemaparan dari  dr. Rizkiyana Sukandhi Putra, M. Kes (Direktur Promosi kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat), Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2).

Gejala yang muncul pada penderita Covid-19 yaitu :

  • Demam >37.3 derajat Celsius
  • Batuk, Pilek
  • Gangguan (Sesak) Pernapasan
  • Sakit Tenggorokan
  • Letih, Lesu

Bagaimana Covid-19 bisa bertransmisi?

  • Droplet atau tetesan cairan uang berasa : dari batuk atau bersin
  • Kontak pribadi seperti menyentuh dan berjabat tangan
  • Menyentuh benda atau permukaan dengan virus diatasnya, kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata sebelum mencuci tangan.

Untuk bisa melindungi diri penyebaran Covid-19, silahkan ikuti Protokol Kesehatan dengan menggunakan masker, sering cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, jaga jarak, hindari kerumunan, konsumsi gizi seimbang, olahraga, istirahat yang cukup, kelola stress dan kelola penyakit penyerta, sadar diri dengan prilaku baik, memperhatikan kelompok rentan seperti manula, anak kecil, perempuan hamil dan berprilaku hidup bersih dan sehat.

Adaptasi kebiasaan baru ini dapat dilakukan saat ini juga, agar kita semua terhindari dan terlindungi. Adaptasi baru ini bisa dilakukan diitempat-tempat umum seperti pasar, tempat kerja, sekolah, kampus, tempat ibadah dan lain-lain.

Dr. Rose Mini Agus Salim, M.Psi yang biasa akrab dipanggil Bunda Romi juga menghimbau agar meningkatkan kesadaran diri dalam adaptasi kebiasaan baru ini. Yang ditekankan sekali adalah 3M , Yaitu :

  1. Menggunakan Masker
  2. Mencuci tangan dengan sabun
  3. Menjaga Jarak

 

Jika konsisten melakukan 3M, kemungkinan besar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga akan menjadi kebiasaan diri sendiri dan berpengaruh juga pada lingkungan sekitar kita. Selain itu, Pemerintah juga berupaya meningkatkan literasi melalui diseminasi informasi positif kepada seluruh lapisan untuk dapat mengikuti protokol kesehatan dan beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru.

***

“ Acha….buruan pake maskernya, kamu nanti di tangkap lho sama satpol PP” teriakku ketika mengajak mereka keluar rumah.

Kalau sudah begitu, ponakanku akan langsung menggunakan maskernya. Sebab, hampir tiap hari ada petugas yang berkeliling komplek untuk ingatkan warga agar menggunakan masker. Jika ada yang terlihat tidak menggunakan masker, langsung dibawa dan dihukum menyapu jalanan sekitar komplek.

Hukuman itulah yang membuat beberapa warga yang bandel ketakutan jika tidak menggunakan masker. Efek jera yang dilakukan oleh orang kelurahan ini membuat warga menjadi patuh. Kebayang dong malunya jika sampai ketangkep basah tidak menggunakan masker.

Sebagai blogger, aku bangga dan senang menjadi anggota Komunitas Bloggercrony. Wadah yang mengayomi, memberikan ilmu bermanfaat dan tempat aku berbagi pengalaman. Komunitas dengan 3 Founder yang keren seperti Wardah Fajri, Anesa Nisa dan Satto Raji. Komunitas Bloggercrony juga memiliki pengurus sebanyak 10 orang. Semua kegiatan Bloggercrony dilakukan dengan sangat kompak, sehingga semua kegiatan bisa berjalan dengan lancar.

Para Founder ini mendirikan komunitas tidak main-main, karena Komunitas Bloggercrony sudah terdaftar sebagai sebuah perkumpulan di KemenKumHam. Blogger yang masuk sebagai anggota Komunitas Bloggercrony hampir ada di semua wilayah di Indonesia.

Sebagai blogger, aku melihat bermacam-macam potensi yang dimiliki oleh blogger. Sehingga, blogger butuh sekali bimbingan dari komunitas untuk berkembang dan menjadikan komunitas sebagai wadah dalam mendalami potensinya.  Di Komunitas ini ada berbagai kegiatan dalam pencegah Covid-19 seperti Diskusi, Edukasi, Aktivasi Literasi Digital, Disiplin Protokol Kesehatan.

Sharing via Whatsapp setiap hari kita lakukan, bahkan tulisan-tulisan di blog dan social media sering sekali dipublish oleh beberapa anggota yang tergabung di Komunitas Bloggercrony. Pokoknya, aku merasa beruntung sekali bisa ada dalam komunitas Bloggercrony. Banyak hal yang bisa aku pelajari dari pengalaman-pengalaman teman.

Kita sebagai blogger harus menjadi corong Edukasi Kesehatan terkait pesan 3M agar dapat mencegah Covid-19. Sehingga dengan adanya edukasi ini, masyarakat paham akan pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi ini.

“ Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is not to stop questioning ”

– Albert Einstein –

 

 

9 Responses
  • Dian Restu Agustina
    Oktober 8, 2020

    Wah, setuju aku..Kalau ada hukuman jika ga menggunakan masker, efek jera yang dilakukan oleh orang kelurahan ini membuat warga menjadi patuh. Kebayang malunya jika sampai ketangkep basah tidak menggunakan masker. Meski memang kesadaran ini mesti ditumbuhkan terus bahwa protokol kesehatan termasuk bermasker itu untuk melindungi diri dan orang lain dari penyebaran virus covid-19 ini

  • gina
    Oktober 8, 2020

    aku setuju jika ada hukuman klo tdk pake masker, biar semua disiplin sehingga menguntungkan bagi semua pihak dan bukan malah merugikan.

  • nurulrahma
    Oktober 8, 2020

    Yepp, protokol kesehatan dan kebiasaan baik harus terus menerus ditularkan ya mba
    Karena makin ke sini banyak yg abai nih
    semoga sehaaatt semuanya!

  • Tanti Amelia
    Oktober 8, 2020

    Hai hai petualang cantik!

    Akhirnya mendarat lagi di blog ini, makin kece deh tampilan blognya dan tulisannya menarique … betaaaah buat dibaca!

    Iya nih pandemi banyak yang tidak berusaha memutus hubungan dengan virus Corona, aneh kadang ya kok bisa ga mau memutus hubungan

  • Athri Kasih
    Oktober 8, 2020

    Bener banget mbak. Pandemi mungkin masih belum usai, tapi bukan berarti ga ada panduan untuk melaluinya kan yaaa. Perkara masker aja sudah sulit apa lagi dengan protokol lainnya, dengan menggunakan masker kita bisa saling menjaga kan yaa.

  • Maria Soemitro
    Oktober 9, 2020

    wah keren ada satpol PP yang keliling untuk menghukum nyapu sekitar kompleks 😀 😀

    Ide yang bagus tuh

    Karena di sekitar rumah saya lebih banyak yang nggak pakai masker dibanding yang pakai

  • Annie Nugraha
    Oktober 9, 2020

    Bagus banget tulisannya Mbak Lita. Rangkaian kata dan kalimat pengetahuan yang ditampilkan sangat menarik disertai dengan infografis yang keren dan informatif. Membacanya jadi semangat dan berasa banget kita mendapatkan ilmu baru.

    Nyatanya kesadaran akan bahaya virus Covid-19 dan berbagai himbauan untuk menjaga kesehatan diri agar jauh dari virus ini sepertinya sudah mulai melonggar. Saya setuju tuh dengan sistem hukuman bagi mereka yang melanggar. Karena sepertinya orang kita nih harus didisiplinkan dengan cara tertentu agar mau nurut.

    Nice writing Mbak Lita.

  • Andy Hardiyanti
    Oktober 9, 2020

    Huhuhu iya nih dan mirisnya, makin ke sini, makin banyak yang gak peduli pakai masker 🙁 Pada gak jarak juga, padahal kan saling ngobrol tuh, mana tahu salah satu diantaranya ada yg OTG 🙁

  • Anggraeni Septi
    Oktober 12, 2020

    emang sedih banget kalo liat mereka gak mau pakai masker. padahal masker buat melindungi diri sendiri dan orang lain. Setuju kalo yang malas pakai masker dihukum aja, biar jera.

What do you think?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *