
Halo Sobat Petualang Cantik,
OYPMK, apa tuh? Pastinya banyak yang belum tahu apa itu OYPMK. Nah, kali ini aku akan bahas mengenai OYPMK ini. Karena kebetulan sekali aku mengikuti talkshow live streaming Ruang Publik KBR dengan tema : Chilling – Healing bagi OYPMK, Perlukah?
Wah, OYPMK saja belum tahu, bagaimana ngerti perlu atau ngganya! Stttt….ikuti terus ya ulasan dalam tulisan ini. Jadi sebelum lebih jauh dan lebih dalam membahas OYPMK ini, ada baiknya kita pastikan kalian mengetahui apa itu OYPMK.

Jadi OYPMK itu kepanjangan dari Orang Yang Pernah Mengalami Kusta. Mesti mereka adalah orang yang pernah mengalami kusta dan secara medis dikatakan sembuh, tetapi stigma dimasyarakat masih saja label penyakit tersebut melekat terus dan kondisi kusta ini merupakan kondisi negatif
Berat memang menjadi penderita penyakit kusta dan OYPMK ini dalam menghadapi masyarakat yang belum teredukasi. Untuk itu dalam talkshow KBR kali ini menghadirkan 2 narasumber yang dapat kita dengar penjelasannya tentang cara mengatasi stigma diri pada OYPMK dan Disabilitas. Apa saja Chilling dan Healing yang tepat serta aksessible untuk OYPMK dan Penyandang disabilitas?
- Donna Swita – Executive Direcktor Institute of Women Empowerment (IWE)
- Ardiansyah – OYPMK dan Wakil Ketua Konsorsium Pelita Indonesia
Kegiatan talkshow ini disiarkan langsung lewat live streaming youtube Berita KBR. Donna Swita sebagai Executive Direcktor Institute of Women Empowerment (IWE) menjelaskan tentang keterkaitannya dalam upaya membantu dan mendorong para penyandang disabilitas khususnya perempuan. IWE ini berdiri sejak tahun 2008 di Hongkong dan memiliki banyak kegiatan di Indonesia.

Program-program IWE terkait dengan Penyandang Disabilitas dan OYPMK adalah Perawatan diri bagi perempuan pembela HAM (penyandang disabilitas dan OYPMK salah satu yang termasuk didalamnya). Kesejahteraan dan perawatan diri adalah bagian dari keamanan bukan hanya institusinya tetapi juga perseorangannya, bagaimana mental dan psikis orang yang ada dalam organisasi tersebut.

Nah, sekarang kita ketahui pengalaman dari Ardiansyah sebagai OYPMK dan Wakil Ketua Konsorsium Pelita Indonesia. Awalnya mas Ardiasyah ini merahasiakan penyakit kusta yang dideritanya, dan merasa enjoy melakukan pengobatan. Tetapi ketika ada reaksi obat yang digunakan disitulah mas Ardiasyah mulai ketahuan dan terpaksa menceritakan penyakit kusta yang dideritanya pada semua keluarga.
Pertama kali yang merespon kondisi mas Ardiansyah justru ibunya sendiri, dengan mulai memisahkan tempat makan, melarang tidur disembarang tempat dalam rumah, tidak boleh berpindah-pindah kamar. Saat itulah awal mas Ardiansyah mengalami tekanan.
Selama pengobatan mas Ardiasyah berusaha survive dan membangun dirinya dengan terus bersosialisasi dengan masyarakat dan teman-temannya. Tetapi setelah perawatan di rumah sakit dan kembali ke rumah dan lingkungan bekerja, justru mas Ardiansyah mendapatkan perlakuan yang lebih dari sebelum yang dia rasakan dirumah. Seperti tidak boleh berkumpul dengan keluarga ketika ada acara, ini membuat luka batin yang mendalam sekali buat mas Ardiansyah. Tekanan dan kesedihan yang dirasakan mas Ardiansyah tentunya berat dan sulit dirasakan.
Namun semua orang memiliki cara untuk mengalihkan atau menghilangkan rasa sedih dan tekanan yang dirasakan agar dapat tetap terus menjalani kehidupan dengan aman dan tenang. Kira-kira apa saja nih cara mas Ardiansyah melewatkan Chilling dan Healingnya.
Kalian tahukan, banyak konten-konten yang muncul diberanda tentang orang berwisata untuk Healing. Sebenarnya Healing itu adalah untuk penyembuhan penyakit terutama pada pskiis atau mental kita. Semua orang bisa melakukan healing, karena healing itu sebuah pengobatan untuk menyembuhkan trauma, tekanan dan lain lain.
Bagaimana cerita mas Ardiansyah dalam mengobati psikis dan mentalnya setelah menjadi OYPMK. Ternyata yang dilakukan mas Ardiansyah adalah :
- keluar dari lingkungan keluarganya, karena tekanan yang dia dapat lebih banyak dalam keluarganya.
- Ikut dan fokus dalam organisasi kusta
- Fokus juga dalam dunia kerja sebelumnya
- Menanamkan kepercayaan diri walaupun dapat tekanannya keras
- Mendapatkan dukungan dari teman dan jaringan lainnya
- Mau menerima dan berserah diri kepada sang pencipta
Untuk healing yang dilakukan sama mas Ardiansyah kira-kira apa sih? yang seperti kita tahgu bahwa kebanyakan orang melakukan healing dengan berkunjung ke tempat-tempat wisata atau berkumpul dengan teman, kayanya beda nih sama yang dilakukan mas Ardiansyah.
Ternyata mas Ardiansyah melakukan healingnya dengan menulis lho! Wah, seru juga ya…menulis dijadikan tempat mas Ardiansyah untuk menyembuhkan pskisis dan mentalnya. Mencurahkan semua isi hati ke dalam tulisan menjadi hal yang menarik untuk dilakukan. Mungkin banyak orang yang tidak mau diketahui tetapi menulis untuk diri kita sendiri menjadi obat bagi mas Ardiansyah.
Jujur, saya sendiri belum bisa menulis tentang diri sendiri, mengungkapkan isi hati untuk diri sendiri saja belum berani. Tulisan yang saya tulis masih sekitaran diluar pribadi saya. Kayanya perlu juga nih belajar dari mas Ardiansyah agar bisa melepaskan beban yang ada hati kita.
Semoga apa yang dilakukan mas Ardiansyah dalam upaya menjalani OYPMK ini menjadi motivasi dan menginspirasi kita semua.
Salam Cantik,
Lita Chan Lai



Reyne Raea
Februari 12, 2023Keren sih Mas Ardiansyah ini yang berani keluar dari lingkungan yang dia rasa toksik, meski itu ada di keluarganya. Karena kesehatan mentalnya jauh lebih penting ya, apalagi bagi OYPMK
Heni Puspita
Februari 13, 2023Sedih ya kalau keluarga justru jadi sumber tekanan terbesar. Padahal diharapkan jadi pendukung masa-masa sulit. Dan mungkin nggak hanya 1 atau 2 orang yang mengalami.
Mechta
Februari 13, 2023Terimakasih sharing acara ini mba .. Semog sosialisasi ttg kusta dan OYPMK ini bisa menghilangkan stigma buruk ttg kusta dan OYPMK di masyarakat kita
indah nuria
Februari 14, 2023untuk Orang Yang Pernah Mengalami Kusta, banyak hal yang memang menjadi tantangan terutama stigma di keluarga dan masyarakat ya mba. Thanks untuk sharing cerita yang menggugah ini
winda - dajourneys.com
Februari 14, 2023yang paling penting dari OYPMK ini tuh menghapus stigma dan kenangan ga enak selama mereka menderita kusta ya mba
Helena
Februari 15, 2023saat keluarga yang diharapkan mendukung proses penyembuhan namun malah mengucilkan rasa sakitnya double. Butuh edukasi yang tepat supaya tidak mengucilkan OYPMK.
Dalam diri penyintas pun butuh motivasi kuat yah. Chilling dulu supaya ga baper.
Dawiah
Februari 15, 2023Tidak mudah menjadi Mas Ardiyansa butuh kekuatan jiwa dan raga. Apalagi masyarakat Indonesia pada umumnya masih belum move on dari ketakutan yang berlebihan terhadap saudara-saudara kita yang termasuk OYPMK (orang yang pernah mengalami kusta). Keren banget nih Mas Ardiyansa.
Fenni Bungsu
Februari 15, 2023Psikis dan mental kalau udah dicolek dampaknya bisa bahaya, buat siapapun orangnya, khususnya OYPMK dan disabilitas. Oleh karenanya udah gak jaman lagi stigma berkembang, tetapi saling mendukung ya
Uniek Kaswarganti
Februari 15, 2023Dukungan dari pihak keluarga harusnya yang paling besar ya mbak. Meskipun pada kenyataannya mas Ardiansyah kurang mendapatkannya dari keluarga, dia bisa memupuk semangat dengan mencarinya di lingkaran pergaulannya.
lendyagassi
Februari 15, 2023Tips dari mas Ardiansyah dalam mengobati psikis dan mentalnya setelah menjadi OYPMK ini bisa menjadikan renungan untuk kita semua ketika mungkin ada di posisi keluarga ataupun posisi mas Ardiansyah. Agar sama-sama bisa saling membantu dan bangkit bersama di kala ujian mendera.