Takdir Kejayaan Untuk Indonesia 2020

by

Halo Petualang Cantik,

Kenal Pak Kafi Kurnia? Itu lho, yang telah memprakarsai adanya sebuah flatform digital yang diberi nama SEMBUTOPIA. Dalam kurung waktu 6 bulan sudah memiliki follower lebih dari 52.000. Pak Kafi selalu memiliki ide sederhana untuk memotivasi dan menginspirasi Indonesia dalam menciptakan sebuah lingkungan yang lebih sehat dan terbebaskan dari semua penyakit dan konflik baik secara jiwa dan raga.

Nah, pada tanggal 20 Mei lalu, Pak Kafi mengundang para blogger untuk berbuka puasa bersama di Javanegra Gairmout 212, Jakarta. Dalam acara ini Pak Kafi memulai lagi dengan ide-idenya yang cermelang tentang Indonesia 2020. Dikatakannya bahwa Indonesia sudah memiliki Takdir Kejayaaan yang dimulai dari jejak kejayaan.

Diharapkan dari 25 orang blogger yang datang sudah memulainya dengan menulis, memposting dan mempublishnya ke semua sosial media yang kita miliki. Karena takdir kejayaan ini harus kita gaungkan, untuk menarik semua elemen masyarakat baik rakyat ataupun pemerintah. Sayangnya pemerintah belum menangkap sinyal-sinyal dari takdir kejayaan ini.

Banyak kaum milenial yang apatis terhadap semua masalah bangsa. Apalagi untuk berbicara politik, pasti mereka lebih memilih untuk membahas tentang pekerja apa dan bisnis apa yang dapat dilakukan. Yah, maklum saja, sebab urusan pribadi masing-masing untuk saat ini masih perlu difikirkan.

Negara sebagai ladang mencari kesejahteraan tidak mencukupi untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Pak Kafi menjelaskan bahwa Indonesia 2020 sama sekali bukan politik, ini hanya sebuah misi untuk menggelorakan semangat bangsa untuk segera mencapai takdir kejayaan Indonesia dengan bermodalkan warisan nenek moyang kita dan memberdayakannya sehingga menjadi sebuah prestasi yang membanggakan.

Mengutip kata-kata almarhum petenis Arthur Ashe – “Start where you are. Use what you have. Do what you can.”

“20/20 adalah istilah perfect vision dimana seseorang dapat melihat dengan sempurna tanpa kaca mata. 2020 adalah juga tahun dimana kita merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke 75.” Kata Pak Kafi.

Beberapa hal yang dilakukan Pak Kafi dalam menyebarkan semangat dalam rangka hari Kebangkitan Nasional ini adalah kegiatan lomba menulis 20 esai dengan tema menarik dari Indonesia, kemudian setiap bulan pada tanggal 20 akan dilakukan kegiatan yang berbeda dengan merekrut semua pemuda-pemuda Indonesia dari berbagai kalangan dan profesi, seperti : atlet olahraga, seniman, fotografer, penulis, dan lain-lain.

Dalam ceritanya mengenai segala hal yang dia temui membuat pengalamannya itu begitu menginspirasi dirinya dan dia coba untuk berbagi ke kita semua. Untuk lebih jelasnya yuk simak cerita Pak Kafi Kurnia berikut ini.

Filosofi Ikan Asin :

Hampir 30 tahun yang lalu saya diberi oleh-oleh sebungkus ikan asin oleh seorang teman. Konon ikan asin itu adalah oleh-oleh khas dari kota Tegal. Karena tidak tahu nilainya, ikan asin itu saya berikan kepada pembantu saya. Pembantu saya berbinar-binar ketika melihat ikan asin itu, seperti layaknya melihat sebuah harta karun yang sangat langka. Malam harinya ketika makan malam saya disuguhi pembantu saya pepes ikan asin itu. Kelezatannya sangat maut sekali. Barangkali itulah makanan yang paling lezat yang pernah saya santap seumur hidup saya. Pembantu saya baru kemudian bercerita bahwa itulah ikan asin kuro yang legendaris dan masyhur. Satu minggu itu pembantu saya memasak sejumlah hidangan super lezat dengan ikan asin itu, mulai dari hanya digoreng biasa, dicampur dalam nasi goreng, hingga menjadi bumbu telur dadar. Barangkali saat itu adalah titik pencerahan tertinggi saya tentang kuliner Indonesia.

Tak lama berselang ketika saya berkunjung ke Hongkong – seorang kolega saya mengajak saya wisata kuliner disebuah restoran, diakhir jamuan kami dihidangkan sajian nasi goreng yang luar biasa lezatnya. Kolega saya mengatakan bahwa bumbu rahasia sesungguhnya adalah ikan asin. Waktu itu saya terperanjat bukan main dan saya langsung teringat pencerahan saya dengan ikan asin kuro oleh pembantu saya. Pengalaman kuliner tentang ikan asin ini kemudian berlanjut ke berbagai benua. Di Jepang suatu saat saya disuguhkan ikan teri asin yang dijadikan camilan. Gurih dan membuat saya ketagihan luar biasa. Dan di Italy suatu saat saya disajikan pizza dengan taburan ikan asin. Juga sangat lezat dan membuat saya ketagihan. Saat itu saya berpikir dalam ternyata ikan asin itu sesungguhnya sangat mendunia. Karena bisa kita temui dalam tiap kultur dan budaya.

Kisah tentang ikan asin ini kemudian berlanjut, ketika saya diajak berdiskusi dengan seorang ahli kuliner. Beliau bercerita bahwa ikan asin ada hampir disemua budaya dan kultur, karena ikan asin ini kaya dengan cita rasa umami.
Umami dalam dunia kuliner dikenal sebagai cita rasa ke 5, dan cita rasa inilah yang kemudian menjadi dasar cita rasa dalam MSG, yang membuat sebuah hidangan menjadi sangat gurih dan lezat. Menurut ahli kuliner ini, di Jepang secara tradisional serutan ikan tuna sering ditambahkan di hidangan berkuah karena kaya dengan rasa umami ini. Ini yang menjadi rahasia populeritas ikan asin dan kelezatannya dalam berbagai tradisi kuliner.

Uniknya dalam sebuah diskusi tentang kuliner Indonesia, saya pernah ditanya tentang masakan Indonesia yang perlu kita angkat dan kita populerkan sebagai daya tarik kuliner dunia. Ketika saya menyebut ikan asin, maka saya ditertawakan ramai-ramai di forum. Kisah ini kemudian saya ceritakan kepada mentor saya, Mpu Peniti. Beliau juga ikut tertawa terbahak-bahak. Hati saya menjadi galau luar biasa.

Minggu berikutnya saya diajak mentor saya ke sebuah pasar di Jakarta yang menjual berbagai jenis ikan asin. Saya terus terang kaget luar biasa. Karena setelah saya hitung, jenis ikan asin yang dijual itu, jenisnya lebih dari selusin. Kegalauan saya berubah menjadi kekaguman luar biasa.

Konon sejak abad ke 9 dan 10 diberbagai prasasti yang ditemukan diberbagai wilayah Nusantara sudah ditemukan bukti-bukti tentang adanya industri ikan asin. Bukti ini juga didukung dengan bukti-bukti lain tentang industri pembuatan garam. Dongeng ini kemudian menjadi bukti sejarah bagaimana nenek moyang kita berhasil secara naluri mengembangkan sebuah “kearifan lokal”. Karena mereka berhasil “memanfaatkan” nilai geografis kita yang berupa kepulauan dan yang “kaya” dengan hasil ikan-ikan – lalu memadukan-nya dengan “keahlian” mengawetkan ikan dengan pengembangan industri garam ! Sehingga menjadi sebuah kekayaan kuliner dan budaya yang sangat luar biasa.

Mpu Peniti, mentor saya kemudian bertutur, bahwa kita yang sangat kaya dengan budaya seringkali meremehkan sejarah dan budaya kita. Barangkali itu yang terjadi dengan ikan asin. Kita semua meremehkan ikan asin. Kita menganggap enteng ikan asin. Mengutuknya sebagai makanan murahan dan makanan orang miskin. Kita gagal melihat potensinya. Kita miskin visi untuk menjadikan ikan asin Indonesia sebagai sebuah potensi kuliner yang dahsyat.

Mewujudkan Takdir Kejayaan Indonesia :

Jonathan Swift (30 November 1667 – 19 October 1745)seorang pemikir pernah mengatakan bahwa visi adalah sebuah penglihatan yang nyata bagi seorang pemimpin – yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Dan visi adalah salah satu kualitas pemimpin besar.
INDONESIA 2020 bertujuan agar memotivasi kita semua untuk berpartisipasi agar ikut mewujudkan sebuah “grand vision” untuk Indonesia. Dengan harapan visi ini bisa diambil oleh para pemimpin kita dan menghantar Indonesia ke takdir kejayaan-nya.

Kita tidak bisa memungkiri bahwa Indonesia memiliki begitu banyak “ jejak kejayaan” mulai dari tradisi, budaya, sejarah dan kearifan lokal. Jejak kejayaan ini sambung menyambung menjadi sebuah mozaik kekayaan dan kemakmuran yang menunggu masa panen. Dan jejak kejayaan ini sudah semakin dekat menjadi takdir kejayaan. Misalnya saja Indonesia tahun 2030 diramalkan akan menjadi ekonomi terbesar ke 5 di dunia dengan nilai ekonomi US$ 5.424 triliun. Bagi saya pribadi -saya yakin Indonesia akan mencapai takdir kejayaan-nya. Bukan-kah nenek moyang kita pernah juga memberi wangsit dan warisan – bahwa Indonesia akan “Gemah Ripah Loh Jinawi tata tentrem kerta raharja”.
Barangkali masalahnya kita bertanya – kapan takdir kejayaan itu akan terwujud.

Berangkat dari tantangan ini – disaat Hari Kebangkitan Nasional yang keramat tahun 2018 ini, kami memberanikan diri untuk mengusung sebuah ide sederhana – INDONESIA 2020 – Sebuah Takdir Kejayaan. 2020 memiliki sejumlah makna. Yang pertama adalah penglihatan yang sangat sempurna yang diistilahkan dengan 2020. Yang kedua bisa jadi 2020 adalah angka tahun 2020. Yang terpenting adalah mengobarkan semangat INDONESIA 2020 – bahwa sebagai bangsa kita punya takdir kejayaan yang harus kita wujudkan bersama-sama dengan segenap rakyat Indonesia.

Nah, sudah jelaskan bagaimana ceritanya hingga akhirnya Pak Kafi berusaha terus untuk menggelorakan semangat Takdir Kejayaan ini. Harapan Pak Kafi adalah Indonesia akan mencapai takdir kejayaannya sesegera mungkin. Cita-cita nenek moyang kita terhadap sebuah negara yang – “Gemah Ripah Loh Jinawi tata tentrem kerta raharja” bisa terlaksana segera. Dan apa yang terukir dalam sila-sila Pancasila akan menjadi wujud nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Wah, sungguh mulia sekali harapan dan cita-cita Pak Kafi ini. Melalui SEMBUTOPIA ini, semua ide-ide yang muncul dapat disebarluaskan ke semua orang. Semoga saja berlaksana dengan baik ya.

Para tokoh yang hadir saat acara adalah: Kanti Janis – pengacara, novelis dan aktifis perempuan, Premita Fifi – novelis dan aktivis perempuan, Raja Asdi – aktivis dan sineas, Fritz Simandjuntak – pemerhati olahraga dan ahli komunikasi, Adya Novali – atlit binaraga, Iwan SJP – ahli komunikasi dan deretan tokoh-tokoh lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Mereka semua turut mendukung apa yang dilakukan oleh Pak Kafi.

1 Response
  • Uci
    Mei 25, 2018

    Saya yakin Indonesia bisa mewujudkan Takdir Kejayaan 2020, hal pertama yang kita harus lakukan adalah mengkonsumsinya di keluarga kita dahulu.

Tinggalkan Balasan ke Uci Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *