Replanting Upaya Meningkatkan Produktivitas Kelapa Sawit

by

Halo Petualang Cantik,

Pernah tahu tentang Kelapa Sawit? Ya, saya tahu udah sejak lama, namun baru kali ini dapat tahu lebih dalam mengenai Kelapa Sawit. Tumbuhan kelapa sawit adalah tumbuhan yang dapat menghasilkan minyak goreng dan bahan bakar (Biosel). Infonya, perkebunan Kelapa Sawit dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan besar. Siapa sih yang tidak tertarik dengan keuntungan besar. Nah, gara-gara itu banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan Kelapa Sawit. Indonesia adalah negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

Kegiatan Worshop Nasional dengan Tema : " Kiat Sukses Replanting & Meningkatkan Produktivitas Sawit Secara Berkelanjutan "

Kegiatan Worshop Nasional dengan Tema :
” Kiat Sukses Replanting & Meningkatkan Produktivitas Sawit Secara Berkelanjutan “

Pengetahuan baru yang luar biasa karena hadir pada acara Workshop dan Pameran pada Rabu, 21 Februari 2018.  Kegiatan berlangsung di Menara 165 Convention Center – Room Andalucia Jl. TB Simatupang Jakarta Selatan dengan Tema “Replanting & Meningkatkan Produktivitas Sawit”. Acara diselenggarakan selama dua hari  ( 21- 22 Februari 2018) dan diresmikan pembukaan oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Bambang Wahyu Dwiantoro.

Saya datang lebih awal dari jam yang ditentukan dalam jadwal. Saya sempatkan melihat beberapa stand pameran Kelapa Sawit. Sebelumnya saya pernah tahu bentuk buah Kelapa Sawit, namun di stand pameran yang saya kunjungi sempat kaget melihat bunggul buah Kelapa Sawit yang sangat besar. Sepertinya bunggul buah sawit yang super besar yang pernah saya lihat. Warnanya pun sangat menarik, agak oren dan kemerah-merahan. Kagum dengan bunggul buah sawit yang saya lihat. Jadi mikir kalau di olah menjadi minyak goreng dapat berapa liter ya? ah, abaikan pertanyaan yang ga penting ini.

Sebelum acara dimulai, panitia mengajak para undangan untuk menyanyikan lagu Indonesia. Lagu sakral Indonesia Raya ini dinyanyikan penuh hikmad. Kemudian pembacaan doapun dilakukan. Barulah acara di mulai dengan sambutan dari pihak penyelenggara yaitu Pimpinan Umum Media Perkebunan, Ir Gamal Nasir, MS.

Dalam penjelasannya, mengatakan “Sudah saatnya petani perkebunan kepala sawit melakukan replanting dilapangan, karena hampir 2juta hektar yang harus di replanting dari 4,7juta hektar”, Kata Bapak Gamal Nasir membuka wacana pembahasan yang akan dilakukan pada Workshop.

Sebelum terlalu jauh membahas masalah replanting ada baiknya kita samakan dulu pemikiran kita tentang arti dari replanting itu. Menurut kamus pertanian, Replanting adalah penanaman semula; penanaman kembali; peremajaan. Nah, yang akan dibahas dalam workshop ini kayanya tentang Peremajaan. Petualang cantik, deal ya…gada bahas tentang perambahan hutan atau perluasan perkebunan kelapa sawit yang sedang marak dibahas oleh aktivis lingkungan. Murni, replanting hanya untuk lahan sawit yang sudah ada.

Sebagai penyelenggara kegiatan, Pimpinan Umum Media Perkebunan, Ir Gamal Nasir, MS menjelaskan “Media Perkebunan adalah majalah yang berkoordinasi dengan Dirjen Perkebunan dan sebagai corong pembangunan struktur pergaulan di tanah air, dan dalam pemberitaannya adalah Indepeden. Sejak 2008 secara finansial Media Perkebunan tidak membebanin Dirjen Perkebunan dan tiap bulan di usahakan terbit”.

Dalam kegiatan ini penyelenggara akan menyerahkan alat panen TBS (Tandan Buah Segar) sebanyak 6.000 unit yang akan diserahkan secara simbolis oleh Bapak Dirjen Perkebunan kepada petani kelapa sawit. Alat ini adalah sumbangan Bapak Memed dari MH. Alat ini akan berguna sekali tatkala panen tiba. Patani dapat dengan mudah melakukan panen kelapa sawitnya.

Kenapa Replanting Itu Penting?

Diketahui bahwa hanya 2 ton cpo/hektar per tahun hasil panen petani kelapa sawit, seharusnya dapat mencapai 6 ton /hektar per tahun. hal ini disebabkan karena :

  1. Tanaman kelapa sawit sudah tua
  2. Terkena serangan hama penyakit dan berbagai hal lainnya.
  3. Benih yang digunakan juga benih-benih yang asal-asalan sehingga kualitasnya tidak sesuai dengan harapan,

Karena itulah pentingnya melakukan Replanting.

Sebelum kegiatan Workshop dan Pameran di buka, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Bambang Wahyu Dwiantoro memberikan kata sambutan yang lumayan panjang. Pak Bambang sangat mendukung dengan adanya diskusi yang terkait dengan perkebunan dan khususnya kelapa sawit. “ Kelapa Sawit Indonesia memberikan peranan luar biasa terhadap perekonomian Indonesia, juga perkebunan secara keseluruhan. Subsektor perkebunan memberikan peranan terhadap TDB kita. Tahun 2011 sebesar 471 trilyun, jauh mengungguli pendapatan kita dari migas dan khusus untuk sawit lebih dari 21 milyar USD ( setara dengan  Rp. 300 trilyun)” ungkap Pak Bambang di dalam sambutannya.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Bambang Wahyu Dwiantoro Memberikan Sambutan Sekaligus Membuka Acara Workshop Nasional

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Bambang Wahyu Dwiantoro Memberikan Sambutan Sekaligus Membuka Acara Workshop Nasional

Perkebunan sawit Indonesia tercatat sebanyak 14,03 juta hektar. Kemudian tingkat produksinya mencapai 37,8 juta ton dengan tingkat produktivitas yang masih dibawah standar. Pontesial yang harusnya bisa dicapai lebih dari itu. Kelapa sawit perhektar harusnya menghasilkan 10 ton secara CTO, tapi nyatanya produktivitas hanya 3,5 ton/ hektar. Ini perlu kesadaran dari para petani apabila berkomitmen untuk memperbaiki produktivitas sawit, akan 3x kebaikan dapat di capai buat kesejahteraan Indonesia.

Kelapa sawit Indonesia menghadapi berbagai permasalahan, mulai dari isu-isu dari Internasional sehingga dunia tidak mendukung adanya lahan sawit. Isu lingkungan, sosial, ham, kebakaran, lahan gambut, orang hutan dan lain sebagainya, menurut Pak Bambang “ Isu-isu yang dihembuskan tidak lain adalah persaingan komoditi, bahwa perkebunan Indonesia sedang menghadapi tantangan luar biasa. Banyak pesaing-pesaing komoditi tidak menghendaki industri perkebunan Indonesia maju, bukan hanya kelapa sawit, kopi, lada, kakau, pala, cengkeh dll.”

Kelapa sawit tanaman yang paling produktif menghasilkan pangan dan energi, kalau kita berfikir objektif dan rasional, seharusnya kita berkewajiban melindungi perkebunan kelapa sawit Indonesia. Disaat energi dan fosil akan habis maka tanaman yang paling produktis sebagai penghasil energi adalah kelapa sawit.

Kalau kita kehilangan kelapa sawit dari Republik Indonesia, disaat energi alam habis kita akan pasti akan kebingungan. Jika pilihan pada komoditas lainnya justru akan beresiko terhadap kerusakan lingkungan. Kelapa sawit satu kali menanam untuk tujuan 25-30 tahun. Kelapa sawit sebagai sumber minyak nabati energi baru terbarukan yang saat ini mencapai 30% dari kebutuhan dunia. Hal ini harus kita lindungi dengan baik, karena dengan melindungi dengan baik menjadi bagian integral untuk mengamankan hutan tropis dunia.

Sementara kelapa sawit dengan kemampuannya menyerap air yang tinggi, sehingga tidak membiarkan hujan setetespun mengalir kelaut, lalu diuapkan menjadi awan dan berubah menjadi hujan, seperti itulah Allah memberikan anugerah yang harus kita pelihara dengan baik. Dengan banyaknya isu-isu yang tersiar kemana-mana harus menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan tata kelola dan produktivitas dari kelapa sawit itu sendiri demi kesejahteraan masyarakat dan kebaikan untuk bangsa dan negara kita.

Harus diakui bahwa saat ini tata kelola perkebunan kelapa sawit masih banyak yang harus dibenahi. Saatnya kita bantu para petani untuk memperbaiki tata kelola sehingga tidak ada celah untuk orang menolak adanya kelapa sawit di Indonesia.

“Kepada Pemda setempat Izin usaha perkebunan yang diberi kepercayaan kepada Bupati dan Gubernur harus dijalankan.  Amanah dan kepercayaan yang diberikan agar mampu mengawal perkebunan kelapa sawit dengan baik.” Ungkap Pak Bambang.

Sebagai informasi tambahan, kelapa sawit dikembangkan awalnya oleh fasilitasi pemerintah dengan pola PIR bekerja sama dengan BUMN dalam skala kecil, kemudian setelah berkembang dengan baik diberikan kesempatan pada swasta dan kini makin berkembang dengan cepat. Banyak petani-petani swadaya yang coba-coba mencari benih entah dimana asalnya lalu ditanam, berkembang begitu cepat yang saat ini tercatat lebih dari 5 juta hektar kebun petani rakyat.

Berdasarkan undang-undang wajib hukumnya petani terintegrasi dengan industrinya. Harus bermitra petani dengan industrinya. Meningkat produktivitas dan daya saing kelapa sawit adalah kewajiban kita semua, agar suatu saat nanti dunia akan sadar dan melindungi kelapa sawit Indonesia karena kelapa sawit Indonesia sejatinya harus dilindungi karena besar manfaatnya untuk dunia.

Topik hari ini lebih pada replanting yang menjadi bagian penting untuk memperbaiki kelapa sawit Indonesia. Saat ini 4,7 hektar lahan yang harus di replanting kerena kelapa sawit sudah tua, petani yang menanam asal-asalan dan tidak tahu asal usul benihnya sehingga benih yang didapat tidak memiliki sertifikat.

Benahi kelapa sawit dengan cara replanting, agar kelapa sawit kita dapat memenuhi syarat untuk memiliki sertifikasi dari ISPO. Pembiayaan replanting kelapa sawit didapat melalui BPDPKS ( Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit). Tahun ini rencana replanting adalah sebesar 185ribu hektar. Diharapkan agar BPDPKS tidak hanya terpaku pada 185ribu hektar saja, tapi semua petani-petani yang ada didata dengan baik.

Setelah data didapatkan di tiap-tiap kabupaten dan sentra-sentra kelapa sawit, lalu diintalisir. Kebun-kebun yang masuk kawasan hutan dan tidak dapat diusahakan kepemilikannya harus dikembalikan lagi kekawasan hutan atau dilepaskan. Setelah di lepas usulkan lagi untuk disertifikatkan, ini termasuk bagian dari pembiayaan dari BPDPKS. Banyak lahan yang bermasalah, padahal ada yang lebih dari 30 tahun tanah tersebut dikelola.

Dari informasi diatas, dapat saya pahami kenapa kelapa sawit selalu menjadi masalah baik di Indonesia maupun di Internasional. Kegiatan Workshop ini sangat memberikan ilmu dan pemahaman yang luas bagi kita semua, baik petani, industri kelapa sawit, pemerintah dan organisasi-organisasi yang datang pada kegiatan Workshop ini. Semoga kedepan dengan adanya Replanting ini, kelapa sawit semakin mendapatkan dukungan dari seluruh lini masyarakat dan Internasional.

41 Responses
  • Memez
    Februari 27, 2018

    Pernah ke perkebunan kelapa sawit. Subhanallah.. hasil panennya luar biasa banyak banget. Memang ya, harus dibenahi biar panennya makin banyak…

    • Petualang Cantik
      Februari 28, 2018

      bener mba, apalagi kalau pake bibit yg berkualitas pasti makin banyak buahnya. super duper…

  • Lya amalia
    Februari 27, 2018

    Ak pernah ke perkebunan sawit mbak, cuma di malaysia. Hehehe.

    • Petualang Cantik
      Februari 28, 2018

      udah coba rasain buahnya mba? enak ternyata buat ngunyah2 iseng. rasa buah kelapa tua gitu.

  • kurnia amelia
    Februari 27, 2018

    Aku belum pernah liat kebun kelapa sawit dan megang kelapa sawit pun belum pernah hehe.

  • Caroline Adenan
    Februari 27, 2018

    Jadi kayak gitu ya yang namanya kelapa sawit? Aku gak pernah lihat 🙂

    • Petualang Cantik
      Februari 28, 2018

      nanti pasti nemu kok pohonnya…
      emang jarang sih kalau di jakarta, kalaupun ada paling namennya cuma iseng2 aja.

  • Sadewi
    Februari 27, 2018

    Aku belum pernah ke perkebunan kelapa sawit, mau deh kapan-kapan kesana

    • Petualang Cantik
      Februari 28, 2018

      ayuk, di kampung aku banyak kebunnya. main ke kampungku aja mba.

  • Kania Safitri
    Februari 28, 2018

    Wah kalau punya tanah luas jadi pengen punya kebun kelapa sawit hmm… mayan banget kan hasilnya hehehe…

    • Petualang Cantik
      Februari 28, 2018

      aku juga pengen mba, tapi awal tanamnya lama bgt utk dapatkan buahnya. mesti sabar nunggu pohonnya berbuah.

  • Agung Han
    Februari 28, 2018

    Materi ttg Sawit, berat bagi sayah 🙂

    • Petualang Cantik
      Februari 28, 2018

      berat materinya mas, apalagi pro dan kontra dilapangannya, makin berat aja tuh masalahnya. tapi Indonesia harus mampu melawan komoditi yg sedang bersaing itu.

  • Dede Ariyanto
    Februari 28, 2018

    Indonesia kaya akan sumber daya alam termasuk kelapa sawit. Kita harus bisa memelihara dan yang terpenting adalah menjaganya.

  • unggulcenter
    Februari 28, 2018

    Memang kelapa sawit komoditas yang Indonesia bisa harapkan untuk jadi penngkatan perekonomian. Selain Indonesia, Malaysia yang punya produk sprt ini. Tapi minyak sawit smoga dapat jadi komoditas yang signifikan ya untuk keuangan Indonesia krn dimanajemen dengan baik.

  • Andiyani Achmad
    Februari 28, 2018

    Belum pernah ke perkebunan kelapa sawit. Main-main ke sana seru juga ya

  • Marga
    Februari 28, 2018

    Wah, aku belum pernah lihat langsung kelapa sawit, apalagi kebunnya. Palingan cuma googling aja.

    • Petualang Cantik
      Februari 28, 2018

      ntar kapan2 lihat pohonnya ya, sekalian cobain rasanya kaya apa….hehe. dicemilin ternyata enak lho.

  • yayat
    Februari 28, 2018

    kelapa sawit bahan minyak goreng kan ya… belom pernah megang buahnya

    • Petualang Cantik
      Februari 28, 2018

      Iya mba yayat. wah, tau gitu kemarin aku ambil aja ya, sekalian rasain buah sawit, mirip2 kelapa gitu lho rasanya.

  • Anesa Nisa
    Maret 1, 2018

    Aku belum pernah liat kelapa sawiiiiitt dan baru liat pas di gambar kak Lita. Emang ya petani harus ada pendammpingan. Kalau nggak, y bgitu hasiilnya. Kann yang rugi petanni juga.

    Agak susaj deh di Indonesia. Giliran dipegang pemerintah, agak susah ngedongkrak produk. Sama swasta cenderung kebablasan. Mungkin harusnya pemerintah dan swasta bersinergi melakukan pendampingan ke masyarakat untuk dapet bibit unggul. Mudah2an target min 185rb hektar untuk replanting taun ini tercapai. Aammiin

  • Selamet Hariadi
    Maret 1, 2018

    Berentunglah yang punya kebun kelapa sawit, semoga lancar nih Replantingnya…

  • dewi puspa
    Maret 1, 2018

    Kelapa sawit itu dibutuhkan tapi juga bikin sengsara jika lahannya menggunakan hutan

  • Wian
    Maret 1, 2018

    Blm pernah sama sekali nih ke perkebunan kelapa sawit. Dan ini informasi yang baru banget ak tau. Sering dengernya cuma perkebunan kelapa sawit itu menghasilkan banget.

  • Adriana Diana
    Maret 1, 2018

    Semoga dengan adanya replanting perkebunan sawit ini, makin banyak tingkat produksi sawitnya ya mbaaaaak..

  • Liswanti
    Maret 2, 2018

    Kelapa sawit banyak kegunaan juga ya. Informatif banget neh

  • Roosvansia
    Maret 2, 2018

    Ini usaha yang palingggggg enak untuk dijalanin kalau punya modal besar hihihihi. Tapi butuh kesabaran memang kalau menunggu replantingnya. Ahhhhh aku bikin wishlist lah *semoga bisa jadi juragan kelapa sawit hahahah. Amenin yaaa mba Litaaa hahahha

  • Ihwan H
    Maret 2, 2018

    Semoga program replantingnya sukses sehingga akan meningkatkan kualitas panen kelapa sawit sekaligus menaikkan taraf hidup para petaninya, aamiin.

    • Petualang Cantik
      Maret 5, 2018

      amiiin…
      bukan hanya petani yg meningkat taraf hidupnya. Bangsa Indonesia pun akan dikenal dunia karena komoditi minyak goreng terbanyak dan dibutuhkan semua negara.

    • Petualang Cantik
      Maret 5, 2018

      bukan hanya petani yg meningkat taraf hidupnya. Bangsa Indonesia pun akan dikenal dunia karena komoditi minyak goreng terbanyak dan dibutuhkan semua negara.

  • satto raji
    Maret 5, 2018

    Bener gak sih kak, kalau lahan bekas kelapa sawit gak bisa digunakan kembali?.

    • Petualang Cantik
      Maret 7, 2018

      Yang aku tahu sih gitu, karena kelapa sawit nyerap CO2nya kenceng, jadi kalau di tanam tumbuhan lain ga bakal menghasilkan apa2. bahkan pohon utk jalan raya ga bakal bisa menyerap polusi udara yg dihasilkan kendaraan.

      makanya ga usah ada perluasan lahan sawit lagi. cukup replanting aja.

  • Siti mudrikah
    Maret 8, 2018

    Hanya pernah dengar dan liyat di tivi aja mba ttg perkebunan kelapa sawit. Ternyata blm busa dimaksimalkan ya hasilnya, krna beberpa faktor yg menghambat, hrus didukung program replantingnya nih.

Tinggalkan Balasan ke unggulcenter Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *