Jangan Sepelekan Batuk dan Pilek..!!!

by

Jangan Sepelekan Batuk dan Pilek..!!! kaget sekali ketika moderator (Mas Chandra) mulai berbicara seperti itu. Kemudian Mas Chandra mulai cerita pengalamannya. Ternyata dia memiliki pengalaman tentang pilek pada masa kecil. Pengalaman tersebut membuat pendengarannya terganggu. Pesan dari dokter kalau membuang cairan di hidung harus hati-hati, jangan buang cairan hidung dengan menutup satu lubang saja, karena itu akan membuat tekanan udara naik ke telinga lalu mendorongnya hingga ke gendang telinga dan ini akan membuat telinga jadi pekak atau budek. Untuk cara yang benar mengeluarkan cairan hidung adalah dengan mendorong cairan tersebut (Ingus) lewat 2 lubang hidung  secara bersamaan.

Para Narasumber yang menjelaskan tentang masalah pendengaran

Para Narasumber yang menjelaskan tentang masalah pendengaran

Begitulah informasi dari pengalaman Mas Chandra dalam acara press conference Hari Pendengaran Se-Dunia 2017, yang dilaksanakan di Jakarta kemarin (20/03). Ada beberapa narasumber yang akan menjelaskan semua, seperti dr. H. Mohamad Subuh, MPPM-Dirjen P2P, dr Soekirman Soekin Sp. THT-KL – Ketua Perhimpunan Ahli THT Bedah Kepala Leher (PERHATI-KL), Angkie Yudistia – Penderita gangguan pendengaran.

Ternyata bukan hanya pilek saja jadi pemicu berkurangnya pendengaran. Ada banyak sekali faktor yang harus kita ketahui, salah satunya adalah seringnya kita menggunakan headset/earphone. Tingkat pengguna earphone saat ini makin meningkat. Gaya hidup masyarakat zaman sekarang makin tidak terkendali. Masyarakat sering gunakan earphone untuk telpon atau dengarkan musik dengan volume tinggi. Kadang kebiasaan seperti ini bikin telinga mengalami gangguan berkurangnya pendengaran. Efeknya sih ga sekarang… Tapi kalau dilakukan terus menerus akan menjadikan sebuah kekhawatiran bagi pendegaran.  Menurut dr Soekirman, menggunakan headset jangan lebih dari satu jam, lalu volumenya paling tinggi 60%, pilih suara atau musik yang disenangi, jangan gunakan saat tidur karena kasihan telinganya tidak istirahat saat kita tertidur lelap. Gunakan headset dengan bahan yang lembut dan jangan gunakan saat kita butuh konsentrasi penuh.

IMG_6083

Kalian ga mau kan jadi generasi “haaa…”. Tiap di tanya malah jawab haaa, dengan kening berkerut penuh tanda tanya. Ga lucu banget kan kalau kita seperti itu. Orang pasti mengira kita tuli, budek, pekak atau bolot. Cacian orang akan banyak sekali ke kita. Terkadang hal seperti ini yang bikin anak disekolah tidak bisa menyerap ilmu yang diberikan guru. Wah, kalau seperti ini anak sulit berprestasi dong dan yang paling kasihan anak jadi minder gara-gara kurang pendengaran tidak bisa berinteraksi dengan teman-temannya. Ini menjadi kerugian besar bagi siapapun yang mengalaminya.

Berdasarkan informasi dari dr. Soekirman, “Gangguan pendengaran dan ketulian adalah kecacatan yang tersembunyi atau hidden handycap, sehingga kurang mendapat perhatian”. Data dari WHO 5,3% penduduk dunia (360 juta) mengalami ketulian dan gangguan dengar, sementara lebih dari setengahnya berada di Asia Tenggara, Indonesia nomor 4 setelah Srilangka, Myanmar dan India. Gangguan pendengaran meningkat seiring dengan meningkatnya paparan suara bising di tempat rekreasi seperti klub malam, diskotik, pub, bar, bioskop, konser musik, acara olahraga atau kelas fitness. Keadaan ini diperburuk dengan berkembangnya teknologi, seperti alat audio yang digunakan dengan volume berlebihan dan mendengarkan musik dalam durasi lama.

IMG-20170320-WA0005

Ada 5 (lima) penyebab utama ketulian yaitu, radang telinga menahun/OMSK(congek), tuli sejak lahir (kongenital), tuli akibat bising, tuli karena usia tua, serumen atau kotoran telinga. Penyebab lainnya adalah seringnya menggunakan obat-obatan, tuli mendadak ( Cuma 1% dari kasus ketulian), tuli karena trauma ( termasuk trauma iatrogenic, radiasi, kecelakaan lalu lintas dll), tuli karena tumor (jinak dan ganas).

Nah, kalau tuli bawaan (Kongenital) terjadi saat bayi dalam kandungan, terutama pada trimester pertama kehamilan atau saat lahir. Penyebab genetik herediter (keturunan) atau non genetik (infeksi, metabolik, trauma dll). Ada juga akibat infeksi TORCHS (Toksoplasmosis, Rubella, Citomegalovirus, Herpes, Sipilis) lainnya Campak dan Parotitis.

Tuli akibat bising. Bising adalah suara yang tidak menyenangkan atau tidak diinginkan dari lingkungan. Akibat bising lebih 85 dcb :

  1. Kerusakan sel rambut telinga dalam. Gangguan pendengaran dan keseimbangan.
  2. Fisiologis :

-Peningkatan tekanan darah, denyut jantung

-Gangguan gerakan usus, otot

-Gangguan metabolisme basal

  1. Psikis :
  • Gangguan emosi
  • Gangguan komunikasi
  • Gangguan konsentrasi
  • Sukar tidur
  • Penurunan produktifitas
Angkie Yudistia – Penderita gangguan pendengaran

Angkie Yudistia – Penderita gangguan pendengaran

Dalam acara ini, hadir juga  Angkie Yudistia – Penderita gangguan pendengaran. Beliau adalah finalis Abang None mewakili wilayah Jakarta Barat tahun 2008. Dia memang beda, tapi tidak membuat dirinya putus asa. Umur 10 tahun mengalami sakit malaria. Panas tinggi membuatnya tidak dapat merespon komunikasi orang lain. Sejak itulah iya menjadi tuli, namun tidak bisu. Angkie mengalami banyak kesulitan komunikasi. Teman-temannya mulai menjauhinya. Tapi perjuangan Angkie untuk bisa diterima di masyarakat memang sangat tinggi. Hingga akhirnya Angkie memberanikan diri untuk kuliah di jurusan komunikasi. Setelah 10 tahun Angkie baru bisa menerima kekurangannya. Dalam titik baliknya inilah, akhirnya mulai banyak prestasi yang dia dapat. Dan Angkie mampu menunjukkan dirinya sebagai perempuan tuna rungu yang dapat menembus batas.

Dalam rangka Hari Pendengaran Se-dunia 2017 yang jatuh pada tanggal 3 Maret 2017 Kemenkes dan seluruh pihak terkait mengadakan kampanye dengan motto “ Indonesia mendengar, Masa Depan Gemilang” banyak rangkaian kegiatan yang dilakukan seperti :

  1. Sosialisasi dan diseminasi informasi tentang gangguan pendengaran melalui berbagai media cetak, elektronik dan media lainnya, serta pemasangan spanduk, umbul-umbul berisi pesan tentang gangguan pendengaran
  2. Mengirimkan surat edaran kepada seluruh dinas kesehatan Provinsi di Indonesia agar memperingati Hari Pendengaran Sedunia dengan melakukan promosi kesehatan dan deteksi dini gangguan pendengaran, bekerjasama dengan institusi Balai Kesehatan Indra Masyarakat, Komnas dan Komda PGPKT, LSM dengan melibatkan masyarakat.
  3. Kementerian kesehatan menghimbau seluruh jajaran pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk berpartisipasi dan mendukung upaya pengendalian gangguan pendengaran. Kementerian kesehatan mendorong kementerian/ lembaga terkait lainnya untuk bersama-sama mengatasi masalah kesehatan. Demi meningkatnya derajat kesehatan seluruh masyarakat Indonesia melalui pembangunan kesehatan sebagai bagian integral dari Pembangunan Nasional.
"Indonesia Mendengar, Masa Depan Gemilang"

“Indonesia Mendengar, Masa Depan Gemilang”

Masyarakat berhak mendapatkan haknya untuk dapatkan pendengaran yang baik dan kemenkes mengupayakan itu sesuai dengan nawacita Presiden Jokowi nomor 5 yaitu, “ meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia”. kira-kira sudahkah kalian mendapatkan hak untuk dapatkan pendengaran dengan baik? Sepertinya kita perlu ketahui mulai dari sekarang. Nah, terbuktikan kalau Batuk Pilek juga permasalahan yang harus kita waspadai, pokoknya mulai sekarang kita harus hati-hati mengeluarkan cairan (ingus) dari hidung kita. karena kesalahan cara mengeluarkan akan berakibat fatal dengan pendengaran kita.

11 Responses
  • Hermini Yuliawati
    Maret 22, 2017

    Wihh ternyata batuk pilek kalau dibiarin bisa bahaya ya?

    • Petualang Cantik
      Maret 23, 2017

      betul sekali….makanya buang ingus jangan tutup lobang hidung sebelah.

  • Kang Dudi
    Maret 22, 2017

    Makasih informasi yg bermanfaat

  • Lida
    Maret 22, 2017

    Hoo… gitu ya… hidungku sering buntu. buang ingus satu lubang atau dua lubang sekaligus sih tetep aja telingaku budek. hehehe

    • Petualang Cantik
      Maret 23, 2017

      wah, mungkin karena terlalu keras mendorong cairannya. coba konsultasikan ke dokter, barang kali bisa teratasi.

  • Ety Budiharjo
    Maret 22, 2017

    Ternyata cuma pilek aja bisa jadi kemana mana yak. Makasih sharing nya Lita mulai sekarang jaga2 deh…

  • Melinda Niswantari
    Maret 22, 2017

    Waduh…untung baca ini, jd tau deh kalau ngilangin ingus nda boleh dari satu sisi hehe. Ternyta pilek efeknya bisa kemana2 yaa kalo nda ati2. Makasih mba lita buat infonya

  • Zefy
    Maret 23, 2017

    Itu pernah aku alamin mbak, waktu sma dulu sewaktu flu aku ngeluarinnya semangat Sekali + tutup hidung sebelah. Walhasil telingaku sakit banget dan terpaksa dibawa ke tht. Untung bisa ditanggulangi.

Tinggalkan Balasan ke Hermini Yuliawati Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *