(Wonderful Life) “Karena Semua Anak Terlahir Sempurna”

by
(Wonderful Life)"Karena Semua Anak Terlahir Sempurna"

(Wonderful Life)”Karena Semua Anak Terlahir Sempurna”

“Karena semua anak terlahir sempurna…” tagline yang cepat sekali di ingat oleh para penonton film Wonderful Life yang hari ini tanggal 13 Oktober 2016 tayang di Bioskop. Acara nobar di XXI Plasa Senayan tanggal 10 Oktober 2016 menghadirkan para pemain yang terlibat dan juga penulis buku yang telah menginspirasi pembuatan film ini.

Buku yang ditulis Amelia Prabowo ternyata sudah beredar setahun yang lalu. Beliau memiliki dua anak lelaki dengan kebutuhan khusus. Kini mereka sudah 12 tahun dan 7 tahun. Aqil, si sulung yang disleksia, menjadi model tokoh utama.

Amalia dalam film tersebut diperankan oleh Atiqah Hasiholan dan Aqil diperankan oleh Sinyo. Dalam film tersebut, Aqil mengidap disleksia yang membuat ibunya kalang kabut dan terganggu semua urusan pekerjaannya sebagai pemimpin perusahaan desain.

Kakeknya juga selalu menanyakan tentang penyakit anaknya tersebut. Aqil sendiri disekolah mendapat tekanan dari guru dan teman-temannya karena kesulitan untuk membaca menulis. Dia lebih suka menggambar. Pelajaran yang dilaluinya sering tidak mudah dia tangkap. Justru pelajaran yang menonjol hanya seni rupa dan olahraga, yang lainnya buruk. Penyakit semacam ini juga dialami oleh Einstein Tom Cruise.

Awalnya Amelia menolak atas penyakit yang diderita anaknya Aqil. Akhirnya dia mulai mencari tahu tentang penyakit tersebut. Mencari pengobatan untuk anaknya, sampai dia juga harus meninggalkan urusan pekerjaannya untuk melakukan perjalanan jauh demi mencari pengobatan dari berbagai tempat seperti dokter, orang pintar dan pengobatan alternatif lainnya untuk Aqil.

Dalam perjalanan itulah justru membuat Amelia dan Aqil bisa membangun hubungan psikologis. Akhirnya Amelia menyadari bahwa tak ada cara lain yang mampu menyembuhkan sakit anaknya kecuali kasih sayang dan penerimaan. Kejadian-kejadian dalam perjalanan banyak hal yang mencemaskan Amelia. Dia meminta maaf pada Aqil dan berjanji memberikan kebebasan kepada anaknya yang pintar menggambar. Hanya itu yang disukai Aqil sedari dulu.

Jajaran Para Pemain

Jajaran Para Pemain

Berdasarkan informasi yang saya dapat, Disleksia ( ketidakmampuan membaca atau berbicara, dengan pengucapan terbolak balik) memang tidak bisa disembuhkan, model pendidikannya juga khusus.

Dalam film, Amelia digambarkan sebagai orang yang workaholic yang memiliki ego tinggi. Dia bercerai dengan suaminya, lalu pada suatu waktu ingin mengasuh Aqil jauh dari tempat tinggal kakek dan neneknya. Akhirnya Amelia dapat menerima kondisi anaknya dan bahkan ingin mencurahkan perhatiannya dengan merelakan kantornya dikelola oleh teman-temannya. Gambar-gambar Aqil yang asli menghiasi film ini. Memberikan pesan bahwa anak disleksia bukanlah anak bodoh, karena ia memiliki kemampuan lain yang menonjol.

Sayangnya dalam film ini kurang dijelaskan perihal disleksia sebagai perluasan wawasan bagi para penonton. Film ini diproduseri oleh Angga Dimas Sasongko , Rio Dewanto ( suami Atiqah) dan Handoko Hendroyono. Didukung oleh pemain Alex Abbad sebagai rekan kantor Amalia dan Lidya Kandau sebagai nenek Aqil. Film ini serentak dibioskop-bioskop Jakarta mulai 13 Oktober 2016. Nah bagi orangtua yang ingin mengajak putra putrinya menonton, tidak ada salahnya memilih film ini, menurut saya cocok sekali untuk menambah pengetahuan dan membangun hubungan  orangtua dengan anak.

img_4601

3 Responses
  • Prima Hapsari
    Oktober 14, 2016

    Ceritanya pasti bikin mewek ya mbak, pengen nonton bareng si kecil ah.

  • kumpulan
    Desember 6, 2016

    Karena anak tak bisa memilih orangtua, jadi kalo anak sama orangtua saling sayang, rasanya hidup indah banget. Film yang menginspirasi dan nguras air mata penuh makna.

    Salam,
    Syanu.

Tinggalkan Balasan ke Prima Hapsari Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *