Mineski Membuka Peluang Gamer Indonesia Menuju Kancah Internasional

by

Halo Sobat Petualang Cantik,

Main game sekarang makin asyik dan seru deh. Gimana ga asyik kalau yang dukung kita main game itu banyak. Malahan sekarang ini main game menjadi cabang olahraga baru. Mungkin sangat awam mendengar sebutan cabang olahraga ini. Cabang olahraga ini terkenal dengan nama  Pro Gaming atau lebih sering kita dengar dengan sebutan E-Sport.

E-Sport ini sudah banyak diperbincangkan orang lho, bahkan di luar negeri. Ternyata peminat e-Sport ini semakin lama semakin bertambah. Ini berkat kemajuan teknologi yang dari hari ke hari semakin meningkat.

Pernah beberapa kali melihat adik ipar dan ponakan main game. Terlihat asyik sekali dan fokus sama permainannya. Beberapa kali juga ibunya menyuruh mereka untuk berhenti main, tapi dicuekin karena game yang dimainkan sedang seru-serunya.

Kalau tidak berada di dunia para gamers, emang kesel melihatnya. Terlihat kerjanya hanya main dan main. Bahkan sampai lupa makan, sholat, belajar, kerja, dan tugas utama yang penting di dunia nyata. Main sih boleh-boleh aja, tapi harus tahu waktu dan tanggung jawab sama tugas yang seharusnya dilakukan. Pasti deh, cuma emak-emak yang bawelin keluarganya yang suka main game.

***

Apa sih E-Sports?

Ngomongin E-Sport ( Pro Gaming) terus dari tadi, emang tahu arti e-Sports? Jadi begini, e-Sports merupakan suatu istilah untuk kompetisi video game dimana permainan/game yang dikompetisikan juga beragam. Biasanya games yang dikompetisikan itu adalah games dengan tipe seperti real time strategy (rts), first person shooter(fps), fighting dan juga multiplayer online battle arena (moba).

Gimana, udah ngertikan? Yup, bener banget. Jadi e-Sports ini adalah istilah yang digunakan untuk mereka para pro player atau pro gaming (professional gamers) ketika mereka sedang melakukan kompetisi bermain games.

Makin banyak pemain game, semakin banyak juga organisasi esports. Contohnya kaya Mineski ini, salah satu organisasi esports  terbesar di Asia Tenggara yang merambah jaringannya di Indonesia. Misi Mineski di Indonesia adalah membawa ekosistem esports ke tahap selanjutnya. Membuka kesempatan lebih luas bagi para peminat esports, baik melalui kompetisi, infrastrukstur serta dukungan para gamers.

Mineski sendiri saat ini sudah mempunyai 3 cabang bisnis utama yaitu :

  1. Mineski Infinity
  2. MET
  3. Mineski Professional Team

Kebetulan saya ikut dalam peluncuran MET di Pullman CP, Jakarta (13/12). MET berencana menyelenggarakan event-event raksasa di Indonesia. Diantaranya adalah Garuda Cup, Indonesia Professional Gaming League (IPGL) dan Jakarta Masters. Tahun 2019 MET berencana adakan event di 2 negara, salah satunya Indonesia. Jadi bagi para peminat game, buruan cari informasinya. Siapa tahu kalian bisa menjadi gamers professional.

Oia, di Indonesia , Mineski menjalin kemitraan yang kuat untuk menciptakan ekosistem esports yang tidak terbatas.  Yang sudah bermitra adalah Telkomsel, Tencent, GO-JEK dan Tokopedia.

“ Dengan melihat potensi industry esports di Indonesia, kami akan melakukan investasi yang agresif dalam beberapa tahun kedepan untuk mempercepat pertumbuhan esports di tanah air dan mengejar Negara-negara lain yang telah mapan. Dengan berbekal pengetahuan dan 14 tahun pengalaman Mineski di ekosistem esports, besar harapan kami dapat meningkatkan standar industry esports di Indonesia, ujar Agustian Hwang, Country Manager MET Indonesia.

”Saat ini, pelanggan Telkomsel yang memberikan pendapatan tertinggi berasal dari segemn gaming yang mencapai 34 persen dengan lebih dari 60 juta pelanggan memainkan game di ponsel mereka setiap bulannya. Untuk industri game, pangsa pasar Telkomsel di indonesia mencapai lebih dari 22 persen. Kami sangat senang dapat menjalin kemitraan dengan Mineski yang sejalan dengan komitmen kami untuk membangun ekosistem digital lifestyle bagi masyarakat Indonesia” ungkap Auliya lIman Fadli, General Manager Games and Apps Telkomsel.

“Kami sangat senang bekerjasama dengan Mineski dan menyambut baik kehadirannya di Indonesia Mineski membawa visi dan misi yang mendukung perkembangan potensi esports di Indonesia dan menciptakan panggung baru bagi para gamer profesional di tanah air. Tokopedia sendiri memiliki kegiatan serupa turnamen ‘Tokopedia Battle of Friday’ yang sejalan dengan salah satu fokus kami untuk memajukan industri kreatif esport di Indonesia. Kami harap hadirnya Mineski bisa mendorong lebih banyak talenta terbaik negeri untuk kemudian mendunia ” kata Herman Widjaja, VP of Engineering Tokopedia mengatakan.

Nah, buat anak-anak atau bapak-bapak yang suka main game, ga usah dipusingin lagu ya ibu-ibu. Suruh mereka ikut turnamen atau kompetisi game yang sudah disediakan panggungnya. ibu-ibu dukung terus ya mereka, agar bisa menjadi gamers professional.

Masalah hadiah? Jangan khawatir, pastinya hadiah sangat menggiurkan sekali. Apalagi kalau ikut turnamen Asia yang pesertanya dari China, Thailand, India, Bangladesh, Malaysia, Filipina dan Negara lainnya.

Di kawasan Asia Tenggara, kiprah Mineski telah teruji dengan memberikan dukungan kerpada tim gaming professional untuk berkembang menjadi raksasa. Mineski dikenal memiliki time sports terbaik di berbagai game, seperti League of Legends, CS:GO, DOTA 2. Jadi ngga heran Mineski mendapat julakan sebagai tim esports primer di kancah dunia.

Oia, bagi talenta baru, Mineski juga sudah mengembangkan Cybercafe. Di Asia Tenggara sudah ada 150 cabang lho…seperti Filipina, Malaysia, Thailand dan Indonesia. Keberadaaan Cybercafe sangat penting buat talenta baru di Indonesia karena konon katanya menjadi markas para gamer-gamer lokal yang ingin berkembang kearah profesional. Waduh keren banget kan. Tempat nongkrongnya aja ada.

Selain cybercafé, Mineski Indonesia juga memiliki MET yang terdiri dari 2 lini produk utama, yaitu MET Events dan MET Entertainment. Di Indonesia, MET Events telah memproduksi lebih dari 20 event esports berskala nasional dan internasional sejak kehadirannya tahun 2017 lalu.

Begitu juga dengan MineskiTV Indonesia yang telah menayangkan lebih dari 500 jam konten live streaming, yang disaksikan oleh puluhan juta penonton setiap tahunnya. MET juga berupaya untuk mendukung para talenta muda yang memiliki potensi untuk semakin berkembang di industri esports dengan mendirikan MET Entertainment.

MET Entertainment, yang juga bergerak di bidang talent management, akan berfokus membina dan mengasah bakat dan kemampuan para talent sehingga dapat berkembang dan sejajar dengan talent esports internasional. Ini sih keren banget. Bisa bikin para gamer baru bermuncul dan terkenal di Indonesia. Ah, bikin semangat anak-anak bangsa Indonesia untuk mengexplore kemampuannya berada diantara para gamer professional.

 

Salam Cantik,

 

Lita Chan Lai.

25 Responses
  • Rani R Tyas
    Januari 5, 2019

    Wah bisa-bisa gamers dijadikan sebagai ladang pekerjaan ya Mbak Lita? Pantes aja di e-commerce banyak yang jual koin buat ngegame.

  • Yoanna Fayza
    Januari 5, 2019

    Jadi orang tua jaman sekarang memang kudu banyak cari tau informasi ya mba.. jangan sampai cuma bisa marah-marah aja liat anaknya main game terus, padahal sebenarnya si anak punya bakat besar jadi atlet e-sports.

  • Cerita Arka Raya
    Januari 5, 2019

    Asik yaa milenials sekarang, apa aja asal ditekuni serius bisa jadi duit, termasuk ngegame. Dulu siapa yang nyangka kalau dengan main game aja bisa dapat duit dan mengukir prestasi sebagai atlet e-sports. yang penting pas main game gak lupa beraktivitas lainnya juga 🙂

  • Siti Faridah
    Januari 6, 2019

    Seru ya jadi gamer sekarang ini. Tapi dari dulu sampai saat ini aku nggak begitu suka main games. Aku kalau main games paling tiga bulan sekali atau sebulan sekali dan hanya untuk mengusir penat dan bosan.

  • Nefertite Fatriyanti
    Januari 6, 2019

    Awalnya aku suka sekali main game, bener, asyik dan seru, sekarang udah stop karena takutnya makin nagih, ahahaha.
    Kalau pas naik commuter itu suka lirik paa emak di kereta, banyak juga yang apda main games.
    Memang nggak sangka ya kalau sekarang main game bisa jadi profesi yang menghasilkan

  • Keke Naima
    Januari 6, 2019

    Saya pernah menawarkan anak saya yang laki-laki untuk menjadi gamer profesional karena hobinya nge-game. Dia cuma senyum-senyum aja. Sekarang, dia lagi serius menggeluti dunia balap motor. Ya, saya dukung aja deh apa yang jadi minatnya. Tetapi, senang juga kalau sekarang dunia game pun menjanjikan. Semoga aja semakin banyak game dengan konten yang bagus

  • Reyne Raea (Rey)
    Januari 6, 2019

    Saya suka main game, tapi sungguh merasa gaptek baca Dota dll itu hahaha.
    Saya mainnya the SIMS sih hahah

    Keren banget ya zaman sekarang, games yang semula dipikir buang waktu pun akhirnya bisa diakui sebagai hal yang positif 🙂
    Salut deh ama MET Entertainment 🙂

  • Eni Martini
    Januari 6, 2019

    Atlet games Indonesia juara ya, sayang belum banyak padahal di zindonesia banyak penggemar games online. Moga ke depan makin banyak dan terus juara

  • Eka Rahmawati
    Januari 6, 2019

    Sekarang karena perkembangan teknologi yang begitu pesat, games aja bisa menjadi ajang yang cukup menjanjikan ya

  • Ainhy Edelweiss
    Januari 6, 2019

    Smakin hebat yah, sudah disediakan ruang bagi gamers, buibuk gk perlu khawatir klu anak2 ya main game kan bisa dukung buat jadi gamer profesional

  • Diah
    Januari 6, 2019

    Ponakanku gemar banget tu Mbak dgn Dota.
    Sampai makan aja angkut piring ke kamar karena keseruan mainnya. Trus sering juga ikutan turnamen gitu.
    Game sekarang jadi salah satu cabor yaah. Hohohoh. Gak nyangka gitu 😀

  • Siti hairul
    Januari 6, 2019

    Kemarin baru aja aku diskusi sama abegeku di rumah tentang profesi gamer yang menghasilkan duit jutaan rupiah dari main game ini. Meskipu n aku tipe konvensional tapi kayaknya gamer berhak punya pilihan kan ya

  • Jiah
    Januari 6, 2019

    Waktu Asian Games udah uji coba tetang game yang jadi cabang olahraga. Bagus, tapi ya memang harus manage waktu biar gak kecanduan

  • Rotun DF
    Januari 6, 2019

    Kalau nggak salah pas ASEAN Games kemarin Indonesia menduduki peringkat kedua untuk cabang e-sport ya Mba? Keren banget!
    Siapa nyana aktifitas ngegame yang bagi sebagian orang sering dijudge nggak bermanfaat dan cuma buang-buang waktu ternyata bisa begitu menjanjikan, bahkan bisa ikut mengharumkan nama bangsa.

  • emanuella aka nyonyamalas
    Januari 7, 2019

    Sekarang every passion, setiap hobi kalau ditekuni bisa menjadi masa depan ya Mbak. Bisa jadi pekerjaan bahkan jadi prestasi tersendiri. Saya mikir, jadi orang tua sekarang harus open minded banget ya…. Orang jaman dulu, anaknya mau kerja jadi gamer, bisa dikeplak sampai meleng kepalanya wkwkwk….

  • Leyla
    Januari 7, 2019

    Wah keren nih. Apakah anak-anakku bakalan berprofesi sebagai games semua? Sekarang mereka juga suka lomba main game via online.

  • Desi Namora
    Januari 7, 2019

    Jd gamer dapetnya bukan hanya serunya saja.. Tp juga dpt kebanggaan klo ikut pertandingannya. Apalagi tingkatnya bukan nasional aja, lgsung intetnasional

  • Sekar
    Januari 7, 2019

    Ibuk saya punya sahabat, sahabatnya itu punya mantu. Dan mantunya ini punya sepupu yang doyan main game. Ortu si sepupu ini orang jawa yang masih pegang norma-norma dan cara pandang orang jawa zaman dulu. Kerjaan itu ya yang mapan, kalo nggak PNS, di perusahaan besar. Berangkat pagi pulang sore, dst. Nah, si sepupu ini waktu itu masih kuliah dan dia izin ninggalin kuliah demi serius main game.

    Yang saya salut dari dia adalah, dia sampai sungkem dan memohon-mohon restu orangtuanya dgn cara baiiiik banget dan sopan (sebagaimana adat orang jawa). Ortunya ngasih izin asalkan dia mau bantuin ibunya jaga warung dulu paginya, bantuin beli kebutuhan buat warung. Habis itu baru boleh main game.

    Seiring berjalan waktu, dia membuktikan dong. Per bulan dapat 7 juta. Itu baru awalan. Sekarang ortunya bisa kipas-kipas hahaha. Dan ga protes sama sekali krn anaknya bisa membuktikan kalau main game itu nggak melulu soal hiburan dan hobi doang, tapi bisa jadi profesi. Yang saya salut dari dia adalah minta doa restu orangtua. Nggak pake acara marah-marah atau membangkang. Saya rasa berkahnya di situ jadi bia berhasil hehe.

    Barangkali nanti bisa saya share artikel ini ke dia. Mungkin dia juga udah tau ya haha.

  • Ida Tahmidah
    Januari 7, 2019

    Yang saya khawatirkan sih profesional kagak ngabisin waktu iyah…heu..hihi…harus sdh pinter bagi wkt yg maen game itu…hehe..

  • Hidayah Sulistyowati
    Januari 7, 2019

    Ponakan dan si bungsu suka nge-game dan ikut kompetisi nya tahun lalu. Meski nggak menang, mereka enjoy juga selama gaming. Aku awalnya bingung loh mba, ngapain udah pada jadi anak mahasiswa kok masih hobi nge-game. Oh ternyata udah menjadi kompetisi yang diperhitungkan yaa

  • Rani Yulianty
    Januari 7, 2019

    Kalau dulu main game selalu dilarang karena katanya banyak efek negatifnya, eh sesuai dengan perlembangan zaman malah bisa jadi profesi yang menjanjikan, pernah lihat hadiah kompetisi e-sport tuh sampai ratusan juta

  • indah nuria
    Januari 7, 2019

    Kereeen ya para gamers ..dan sekarang forumnya pun bertaraf internasional. it means it get people’s attention as well dan bisa jadi profesi baru yang serius

  • herva yulyanti
    Januari 7, 2019

    suamiku doyan game mba sampe pengen aku sayur tuh HP-nya wkwkwk untunglah kini ada e-sport aku jadi pengen arahin suami jadi atlet e-sport deh

  • Diyanika
    Januari 7, 2019

    Sebagai orang yang tinggal di desa, tentu tahunya, kebanyakan orang, main game itu nggak ada bagus2nya. Bahkan sering ada ibu2 ngamuk tuh kalau ke rental PS. Termasuk tetanggaku belakang rumah. Setiap hari ribuuuut mulu sama anaknya. Kalau saja fasilitas ada, kemudian didukung dengan baik, tentunya aktivitas nge-game ini memang bisa menghasilkan ya.

  • Prita HW
    Januari 8, 2019

    nah ini yg juga jadi masalahku kalo lihat orang lagi gaming mbak, kayak buang2 waktu menurutku. Tapi misal bisa bawa dampak positif untuk asah otak dan berprestasi ya boljug nih

What do you think?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *