Londa, Tempat Jenazah Bersemayam Menjadi Wisata Budaya Khas Tana Toraja

by

Tempat Wisata Londa di Tana Toraja
Pada sebuah tempat wisata , terdapat sebuah lokasi yang memiliki tebing tinggi dan dibawahnya terdapat semacam bentuk goa. Tempat tersebut dijadikan tempat peristirahatan terakhir masyarakat Tana Toraja. Kuburan khas masyarakat Tana Toraja, orang menyebutnya LONDA.
Toko-toko yang menjual berbagai macam barang sebagai oleh-oleh
Sebelum kita memasuki areal LONDA, baiknya kita membeli tiket masuk di loket yang terdapat pada gerbang pintu masuk. Saat kita masuk, sama seperti halnya tempat wisata lainnya. Banyak kita temui toko-toko yang menjual pernak pernik khas Sulawesi. Mulai dari kaos, topi, aksesoris perhiasan seperti gelang dan kalung, kain syal, kain tenun , kain sarung hitam khas masyarakat toraja, dan kopi sebagai hasil kebun masyarakat Toraja yang telah siap diseduh.
Lubang masuk goa tempat penyimpanan jenazah
Ketika akan memasuki areal penyimpanan jenazah dalam goa, sebaiknya kita membawa alat penerangan seperti senter atau lilin. Tapi tidak usah khawatir, disana ada juga yang menyewakan lampu petromak sekaligus menjadi guide yang akan memberikan berbagai informasi kepada kita tentang kuburan ini. Hanya dengan membayar Rp.20.000,- kita dapat melihat isi dalam goa tersebut.
tulang belulang yang sangat mudah kita temui
Tulang belulang banyak terlihat disetiap sudut, tak pelak membuat bulu kuduk kita merinding dan ngeri. Namun, masyarakat disini sudah sangat terbiasa melihat pemandangan seperti ini. Memasuki goa yang gelap dan lembab dibutuhkan keberanian . Penerangan petromak cukup membantu menerangi setiap sudut dan lorong-lorang dalam Goa. Hampir seluruh sudut baik yang diatas maupun dibawah dipenuhi kerangka mayat. beberapa jenazah yang masih dalam bentuk utuh berada dalam peti dan yang sudah menjadi tulang belulang terserak dimana saja.
Sepasang kerangka yang di sandingkan dalam goa
Disudut dalam bagian kanan terdapat dua buah tengkorak yang disandingkan dengan baik, dan diberi hiasan setangkai bunga dalam vas kecil. Konon, menurut sang penerang petromak tengkorak tersebut adalah sepasang kekasih yang mati secara bersamaan di dalam Goa ini. Mereka mati bunuh diri akibat hubungannya tidak direstui oleh keluarga.
Banyak pengunjung yang Selfie disini
Menuju lorong berikutnya ada sebuah lorong kecil yang menembus hingga kepintu goa berikutnya. Bagi yang memiliki andrenalin cukup tinggi silahkan untuk mecoba memasuki lorong tersebut dengan cara berjalan jongkok sepanjang 30 meter. Jika celana anda menjadi kotor adalah hal yang wajar . tanah dalam lorong tersebut jika musim hujan agak sedikit lembek. Udara yang ada dalam lorong tersebut tentu saja tidak sesegar ketika berada di luar Goa. Bagi yang tidak ingin merasakan sensasi lorong tersebut dapat kembali pada pintu goa semula.

Selain dalam goa, banyak juga jenazah yang di letakkan pada dinding-dinding tebing. Menurut informasi dari sang penerang petromak, semakin tinggi derajat sang jenazah, semakin tinggi pula tebing yang dia semayami. Kita akan merasa heran bagaimana sang jenazah bisa sampai pada tebing tinggi tersebut. Bahkan melihat ketinggiannya saja kita sudah merasa ngeri. Entah berapa meter tali yang dibutuhkan untuk membawa sang jenazah pada ketinggian tersebut. 300meter? Yang jelas itu tinggi sekali.
ini adalah pintu keluar goa
Sang penerang petromak menjelaskan juga tentang hal mistis jenazah di Tana Toraja. Bahwa konon, jenazah-jenazah tersebut dapat berjalan sendiri menuju pekuburannya. Jadi tidak usah heran bila jenazah-jenazah di Londa ini dapat bersemayam di ketinggian yang tak dapat di naiki oleh orang yang masih hidup. Entalah.(lcl)

2 Responses
  • M. Moko
    Desember 20, 2016

    Wah interisting ceritanya mba……budaya simpan jenazah di dalam goa itu apakah masih tetap berlaku di Toraja ya, atau hanya peninggalannya aja yang masih bisa kita lihat skrg?

    • Petualang Cantik
      Desember 20, 2016

      setahu aku masih berlaku kok mas, tiap sana kesana ada saja jenazah baru yang disimpan didalam gua tersebut.
      informasi yang saya dapat nanti pada agustus 2017 akan ada prosesi mayat berjalan di toraja. jika tidak berhalangan ingin sekali saya datang kesana.

What do you think?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *