Kemenkes & Kalbe Farma : Edukasi Masyarakat Indonesia Lawan Diabetes

by

Sejak dicanangkannya 50.000 aksi #IndonesiaLawandiabetes pada tanggal 13 Agustus 2016 lalu, hingga kini pada saat penutupan pada tanggal 20 November 2016, peserta aksi Indonesia Lawan Diabetes sudah tembus diangka 50.000 orang. Gerakan Indonesia Lawan Diabetes, hasil kerjasama Kementerian Kesehatan RI dengan PT Kalbe Farma Tbk, turut memperingati hari Diabetes Sedunia.

Edukasi Masyarakat Indonesia Lawan Diabetes

Edukasi Masyarakat Indonesia Lawan Diabetes

Menurut data dari Internasional Diabetes Foundation (IDF) tahun 2015, menunjukkan lebih dari 50% atau dari 193 juta penyandang Diabetes tidak menyadari bahwa dirinya menderita Diabetes, sementara hampir seluruhnya menderita Diabetes tipe 2. Semakin awal kasus Diabetes bisa terdekteksi, semakin cepat pengobatan dapat diinisiasi untuk bisa menghindari berbagai komplikasi yang berbahaya  dan  pengobatan yang mahal.

Seseorang dengan tipe 2 bisa hidup beberapa tahun tanpa menunjukkan gejala apapun, dimana pada saat itu kadar gula yang tinggi (hiperglikemi) secara diam-diam bisa merusak berbagai organ tubuh. Oleh sebab itu sangatlah penting untuk mendeteksi, mendiagnosa dan menyediakan akses terhadap layanan pengobatan yang tepat untuk para penyandang Diabetes.

Masyarakat Menghadiri Acara kampanye Indonesia Lawan Diabetes di Senayan

Masyarakat Menghadiri Acara kampanye Indonesia Lawan Diabetes di Senayan

Prevalensi Diabetes terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir , khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah  termasuk Indonesia. Diabetes sering menyebabkan komplikasi berat seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, disabilitas sampai kematian dini.

Diabetes menjadi hal yang difokuskan oleh Kementerian Kesehatan RI dan PT Kalbe Farma Tbk , tahun ini. Ongkie Tedjasurja selaku Direktur Kalbe Farma Nutritionals mengungkapkan “ Misi utama dari kampanye Indonesia Lawan Diabetes adalah meminimalisir prevalensi penderita Diabetes dan mengurangi beban biaya pemerintah dengan memberikan edukasi mengenai penyakit tersebut”.  Dalam hal ini Kampaye Indonesia Lawan Diabetes telah mengadakan seminar edukasi di 5 kota besar Indonesia ke para tenaga medis seperti dokter umum, ahli gizi, perawat, apoteker, dan menjangkau lebih 50.000 masyarakat awam di lebih dari 43 kota di seluruh Indonesia.

Press Confrense Kegiatan Kampanya Aksi #IndonesiaLawanDiabetes

Press Confrense Kegiatan Kampanya Aksi #IndonesiaLawanDiabetes

Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM selaku direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI memberikan sebuah kata kunci yaitu CERDIK :

  1. Cek Kesehatan secara teratur
  2. Enyahkan asap rokok
  3. Rajin berolahraga
  4. Diet yang seimbang
  5. Istirahat yang cukup
  6. Kelola dengan baik dan benar

Prof. Dr. Agung Pranoto, dr., M.Kes., Sp.PD., K-EMD., FINASIM selaku Ketua Persadia mengatakan “ Sangat penting untuk mempromosikan pentingnya test penyaring Diabetes pada kelompok risiko tinggi, untuk mencegah  terjadinya komplikasi berat. Pasien Diabetes yang masuk dalam anggotanya berada di 10 wilayah dan 88 cabang , dengan adanya kegiatan ini, semakin banyak pasien Diabetes yang terjaring”

Prof. Sidarta Sugondo mengatakan “ Diabetes terjadi pada pola makan yang tidak benar, untuk itu jika sudah terdeteksi terkena Diabetes hal yang perlu dilakukan adalah mencegah komplikasinya. Semua yang dilakukan oleh penderita Diabetes terasa sangat tidak aman, untuk itu kendalikan gula darah agar umur tetap panjang”.

 Ibu Diny Elvirani selaku Group Business Head Nutritionals Division PT Kalbe Farma Tbk mengatakan “ gerakan Indonesia Lawan Diabetes yang sudah dilakukan intinya adalah memberikan edukasi kepada para medis dan masyarakat dengan tujuan  menurunkan tingkat Prevalensi Diabetes”.

Sarah Sechan sebagai Campaign Ambassador Indonesia Lawan Diabetes menceritakan awal dia memulai hidup sehatnya yaitu ketika dia melahirkan anak. Menurut Sarah Sechan “ Badan kita itu diibaratkan sebuah rumah, tempat paling utama untuk beraktifitas. Jika badan kita sakit, siapa yang akan rawat jika bukan kita sendiri menjaganya. Makan tidak perlu kenyang, sebab kenyang belum tentu sehat”.

Sepertinya semua sepakat untuk hidup sehat dan lawan diabetes sedini mungkin dengan pola hidup yang baik dan mengikuti apa yang dikatakan oleh para pembicara diacara penutupan Kampanye Indonesia Lawan Diabetes. Diabetes adalah tanggung jawab kita bersama. Kita tidak ingin keluarga dan orang disekitar kita menjadi korban dari ketidaktahuan mereka. Mari kita dukung Kampanye Indonesia Lawan Diabetes.

Selfie dengan Campaign Ambassador Indonesia Lawan Diabetes

Selfie dengan Campaign Ambassador Indonesia Lawan Diabetes

1 Response
  • Hastira
    November 24, 2016

    betul ya mbak, dan datnagnya juga bisa kapan saja. ibuku kena diabetes saat uisianay 70 thn dg tanpa gejala apapun, bisa tahu krn beliau rutin kontrol cek up setahun sekali

Tinggalkan Balasan ke Hastira Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *